BATAM, WALAI.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengingatkan bahaya penyebaran disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital yang dinilai dapat mengancam persatuan bangsa serta memengaruhi pola pikir generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Djamari saat menghadiri kegiatan Silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh masyarakat Kepulauan Riau di Markas Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, Batam, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola ancaman yang dihadapi bangsa. Jika sebelumnya ancaman lebih banyak terjadi di ruang fisik, kini ruang digital menjadi medan yang perlu mendapat perhatian serius.
“Kalau boleh saya katakan, perang kita sekarang sudah bukan perang di medan biasa lagi, tetapi perang di medan digital. Kita harus banyak memberikan informasi kepada rakyat kita, jangan sampai ruang digital diisi oleh disinformasi, fitnah, dan kebencian,” ujarnya.
Djamari menilai penyebaran informasi yang tidak benar dapat berdampak buruk apabila terus dikonsumsi oleh generasi muda tanpa kemampuan literasi digital yang memadai.
Ia mengaku khawatir konten berisi disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian akan memengaruhi cara berpikir generasi penerus bangsa sehingga berpotensi merusak persatuan dan masa depan Indonesia.
Karena itu, Menko Polkam mengajak pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa untuk aktif menghadirkan informasi yang benar, akurat, dan edukatif di ruang digital.
“Kita harus banyak dan rajin memberikan informasi kepada rakyat kita,” katanya.
Selain menyoroti tantangan di ruang digital, Djamari juga mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai lebih dari tujuh persen dan menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan stabilitas keamanan dan kepastian usaha yang mendorong masuknya investasi.
“Ini adalah suatu penciptaan kondisi yang memungkinkan dan memberikan kenyamanan sehingga para investor mau datang. Saya memuji dan menghargai itu,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pertumbuhan ekonomi setinggi apa pun tetap tujuannya adalah untuk menyejahterakan rakyat dan menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga mengajak seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat untuk terus menjaga kekompakan demi mempertahankan iklim investasi yang kondusif di Kepulauan Riau.
Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan dapat diatasi melalui kerja sama dan sinergi seluruh pihak.
“Tidak ada persoalan yang sulit apabila pekerjaan kita lakukan bersama-sama. Jaga betul kekompakan di antara kita agar kondisi yang baik ini tetap terpelihara,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepulauan Riau, para kepala daerah se-Kepulauan Riau, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat.