Walai.id, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses pembiayaan serta mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas.
Komitmen tersebut disampaikan dalam UMKM Finance Summit 2026 bertema “Penguatan Akses Pembiayaan dan Ekosistem UMKM melalui Sinergi Kebijakan AntarPemangku Kepentingan untuk Mewujudkan Ketahanan Ekonomi Nasional” di Jakarta, Selasa (11/8).
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan pengembangan ekosistem dan pembiayaan UMKM menjadi salah satu prioritas OJK. Salah satunya melalui implementasi POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM.
OJK juga akan menginisiasi working group bersama Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian UMKM, kementerian/lembaga terkait, dan industri jasa keuangan untuk mempercepat pembiayaan UMKM.
Hingga Juni 2026, total pembiayaan UMKM lintas sektor mencapai Rp1.948,72 triliun, tumbuh 2,18 persen secara tahunan. Sektor perbankan mendominasi dengan porsi 82,44 persen, disusul PVML 17,50 persen dan pasar modal 0,06 persen.
OJK menilai tantangan UMKM tidak hanya soal pembiayaan, tetapi juga legalitas, pencatatan keuangan, akses pasar, kapasitas usaha, dan keterhubungan rantai pasok.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah terus mendorong UMKM naik kelas dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.