News  

BRIN Salurkan Dana Riset Rp2 Triliun, Ini Link Daftarnya

Walai.id, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional melalui berbagai skema pendanaan yang terbuka bagi perguruan tinggi, lembaga riset, masyarakat, hingga sektor industri.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN, Raden Arthur Ario Lelono, dalam kegiatan BRIN Goes to Industry 5 di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, pada Selasa (28/7/2026).

Arthur mengungkapkan, BRIN telah menyalurkan dana riset sekitar Rp2 triliun untuk mendukung kurang lebih 1.900 judul penelitian di berbagai bidang.

Meski demikian, partisipasi sektor industri dalam memanfaatkan skema pendanaan tersebut masih tergolong rendah. Hingga saat ini, jumlah riset yang melibatkan industri tercatat kurang dari 30 judul dengan total nilai pendanaan sekitar Rp12 miliar.

“Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku industri untuk memanfaatkan pendanaan riset secara kolaboratif sehingga hasil riset dapat lebih cepat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Arthur.

Baca Juga :  OJK Dorong UMKM Indonesia Timur Naik Kelas Lewat Digitalisasi Keuangan dan Tokenisasi Aset

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah program pendanaan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri, unit penelitian dan pengembangan (research and development/R&D), perguruan tinggi, maupun masyarakat.

Program pertama adalah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). Skema ini dibuka dua kali setiap tahun dengan nilai pendanaan mulai dari ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Ordo risetnya ratusan juta sampai miliaran, ada yang Rp100 juta, ada yang sampai Rp17 miliar,” jelasnya.

Selain RIIM, BRIN juga menyediakan skema pendanaan untuk pengujian produk inovasi, terutama bagi hasil riset yang memerlukan uji khusus sebelum memperoleh izin edar, seperti produk di bidang kesehatan dan pertanian.

Melalui skema tersebut, pendanaan untuk pelaksanaan uji klinis maupun subklinis dapat mencapai puluhan miliar rupiah sesuai kebutuhan penelitian.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Perluas Konsep Pusat Pendidikan, Perangi Cyberbullying Lewat Empat Pilar

BRIN juga meluncurkan program baru berupa Riset Inovasi Strategis, yaitu pendanaan riset jangka pendek selama satu hingga dua tahun yang ditujukan bagi sivitas periset BRIN.

Berbeda dengan skema lainnya, program ini mewajibkan setiap proposal memiliki offtaker, yakni pihak industri yang siap memanfaatkan hasil riset. Pendanaan juga dapat mencakup pembangunan pilot plant apabila kebutuhan belanja modal (capital expenditure/Capex) dan biaya operasional (operational expenditure/Opex) telah direncanakan secara matang.

Arthur menambahkan, BRIN siap membentuk klaster pendanaan khusus untuk mendukung pengembangan sektor-sektor strategis, termasuk industri pertambangan dan pengolahan logam tanah jarang.

Melalui berbagai skema tersebut, BRIN berharap kolaborasi antara dunia riset dan sektor industri semakin kuat sehingga inovasi hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk yang bernilai tambah dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Pelaku industri maupun peneliti yang berminat mengikuti program pendanaan dapat mengajukan proposal melalui portal resmi Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN di https://pendanaan-risnov.brin.go.id/.