WALAI.ID, JAKARTA — Komisi Digital dan Sustainability Dewan Pers menggelar Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif di Hall Dewan Pers, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan membantu insan pers memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih produktif, strategis, dan bernilai ekonomi di tengah transformasi industri media.
Pelatihan yang menghadirkan tim Createwhiz sebagai narasumber utama tersebut diikuti 40 peserta secara luring dan 136 peserta daring dari berbagai perusahaan pers di Indonesia.
Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan AI merupakan teknologi yang tidak dapat dihindari dan perlu dikuasai oleh insan pers. Namun, menurutnya, teknologi tersebut harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.
“AI adalah sebuah keniscayaan yang harus kita dalami dan kuasai. Kreativitas tetap menjadi kunci dalam pemanfaatan AI sebagai alat untuk mendukung pekerjaan manusia,” ujar Totok.
Ia menilai AI dapat membantu pekerja media berpikir lebih strategis, memperluas kreativitas, meningkatkan kualitas karya jurnalistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi industri pers.
Pandangan serupa disampaikan Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Digital dan Sustainability, Dahlan Dahi. Menurutnya, AI menawarkan berbagai peluang bagi industri media, tetapi juga menghadirkan tantangan etis yang perlu diantisipasi.
“AI harus dilihat sebagai teknologi yang membantu manusia, bukan malah menghancurkan manusia,” kata Dahlan.
Ia menjelaskan pelatihan tersebut digelar sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi AI yang mulai memengaruhi proses kerja jurnalistik. Menurutnya, masih banyak pekerja media yang belum memanfaatkan AI secara optimal karena belum memahami cara berinteraksi dan bekerja efektif dengan teknologi tersebut.
“Pelatihan ini merupakan inisiatif Dewan Pers untuk membantu industri pers beradaptasi dengan AI guna meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan peluang monetisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Dewan Pers sekaligus Wakil Ketua Komisi Digital dan Sustainability, Rosarita Niken Widiastuti, mengingatkan pentingnya penerapan etika dalam penggunaan AI di bidang jurnalistik. Ia menegaskan seluruh proses produksi karya jurnalistik tetap harus melibatkan manusia sebagaimana diatur dalam Peraturan Dewan Pers Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik.
“Data yang dihasilkan AI belum tentu benar karena berasal dari berbagai sumber. Karena itu, insan pers harus tetap berpegang pada prinsip verifikasi dan pedoman yang telah ditetapkan,” kata Niken.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan AI dalam berbagai tahapan produksi kreatif, mulai dari pengembangan ide, pembuatan visual, hingga produksi video generatif. Melalui pendekatan praktik langsung, peserta mempelajari teknik prompting, strategi pengembangan konten, simulasi produksi kreatif, serta penggunaan berbagai perangkat AI untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Tim Createwhiz juga memperlihatkan bagaimana AI dapat mempercepat proses produksi sekaligus memperluas ruang kreativitas tanpa menghilangkan sentuhan manusia yang menjadi elemen penting dalam karya jurnalistik dan konten kreatif.
Selain membahas proses produksi, pelatihan turut mengulas peluang monetisasi produk kreatif berbasis AI. Peserta diperkenalkan pada sejumlah studi kasus dan praktik pemanfaatan AI untuk menciptakan sumber pendapatan baru di industri media.
Digital Marketing Lead MWX Indonesia, Utami Fitriyani, mengatakan keunggulan utama insan pers terletak pada perspektif manusia, kepercayaan audiens, dan kemampuan bercerita yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
“Yang menjadi pembeda bukan sekadar kualitas visual yang dihasilkan AI, tetapi seberapa relevan konten tersebut dengan kebutuhan dan konteks audiens. Di situlah kreativitas dan kemampuan jurnalis tetap menjadi faktor utama,” ujar Utami.
Menurutnya, AI seharusnya dipandang sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membuka peluang diversifikasi pendapatan bagi perusahaan media dan jurnalis.
Dewan Pers berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa secara berkala guna membantu perusahaan pers memanfaatkan AI secara lebih strategis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri media, memperkuat keberlanjutan bisnis, serta mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang relevan di era digital.