News  

Pemerintah Dorong Kerja Sama Baru dengan Tiongkok dalam Industri 4.0 dan Bioprospektif

Walai.id, Nasional – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan Menteri Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok, Mr. Jin Zhuanglong, di Shenzen, Tiongkok, pada Selasa (4/7).

Menteri Perindustrian berharap agar kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok dapat ditingkatkan melalui kolaborasi di sektor industri.

Menteri Perindustrian menyambut baik empat inisiatif kerja sama yang ditawarkan oleh Tiongkok, termasuk kerja sama pada industri yang sedang berkembang, Industri 4.0, kendaraan listrik, dan energi terbarukan.

“Pada pertemuan dengan Menteri Jin Zhuanglong, setidaknya ada empat inisiatif baru kerja sama industri yang ditawarkan oleh MIIT. Indonesia menyambut baik tawaran kerja sama yang disampaikan RRT,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Baca Juga :  Komdigi Verifikasi 14 Layanan Apple untuk Pastikan Kepatuhan terhadap PP TUNAS

Indonesia juga mengundang perusahaan teknologi informasi dari Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, mengingat kekuatan industri Tiongkok di sektor tersebut.

Selain itu, Menteri Perindustrian melihat peluang dalam mengembangkan industri kendaraan listrik, yang menjadi fokus Indonesia. Kerja sama ini juga akan dilakukan dengan pemerintah dan sektor swasta Tiongkok.

Indonesia siap dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, sementara Tiongkok merupakan produsen terbesar kendaraan listrik di dunia.

Baca Juga :  Tujuh PNS Ikuti Sidang Presentasi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Periode Juli 2026

Selain itu, Indonesia juga mengusulkan kerja sama di sektor farmasi dan industri hijau. Dalam industri farmasi, Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat, sehingga berharap adanya investasi dari Tiongkok dalam pengembangan bahan baku tersebut.

Di sektor industri hijau, Indonesia ingin bekerja sama dengan Tiongkok dalam pengembangan produk hijau berkelanjutan, termasuk melalui industri bioprospektif yang memanfaatkan sumber daya biologis.

Menteri Perindustrian berharap dapat mencapai perjanjian yang mengikat antara Indonesia dan Tiongkok mengenai pengembangan manufaktur, termasuk kerja sama dalam industri kendaraan listrik, energi terbarukan, pengembangan talenta, dan industri bioprospektif.

Tinggalkan Balasan