News  

Menkeu Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Perdana Panda Bond Indonesia

Walai.id, BEIJING – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperoleh dukungan kuat dari Pemerintah China dan People’s Bank of China (PBOC) terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan China.

Dukungan tersebut diperoleh dalam rangkaian kunjungan kerja Menkeu ke Beijing selama dua hari yang mencakup pertemuan dengan Kementerian Keuangan China, PBOC, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), serta sejumlah investor.

“Hasilnya cukup baik. Kita bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, People’s Bank of China, dan juga para investor di sini. Dukungan yang diberikan kepada Indonesia sangat kuat,” ujar Purbaya di Beijing, pada Jumat (18/6/2026).

Menurut Purbaya, pemerintah Indonesia meminta dukungan percepatan proses penerbitan Panda Bond, termasuk perizinan yang diperlukan. PBOC menyatakan siap mempercepat proses tersebut setelah dokumen pengajuan resmi disampaikan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Bahas Kerja Sama Pendidikan Kedokteran dengan Imperial College London

“Kami meminta dukungan untuk penerbitan Panda Bond dan mereka amat mendukung. Begitu dokumen pengajuan resmi masuk, prosesnya akan segera dipercepat,” katanya.

Penerbitan Panda Bond menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu mata uang tertentu. Langkah tersebut juga sejalan dengan kerja sama transaksi mata uang lokal yang telah terjalin antara Indonesia dan China.

“Kita ingin diversifikasi sumber pendanaan pembangunan sehingga tidak dipengaruhi oleh satu sumber mata uang saja,” ujar Purbaya.

Ia menilai dukungan yang diberikan pemerintah dan otoritas keuangan China mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, kedua negara memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat hubungan ekonomi yang lebih erat.

Baca Juga :  Prabowo Terima Utusan Qatar, Bahas Penguatan Investasi dan 50 Tahun Hubungan Diplomatik

Purbaya juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, kata dia, terus melakukan perbaikan terhadap berbagai hambatan investasi guna menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.

“Fundamental ekonomi Indonesia tidak ada masalah. Berbagai isu yang menjadi perhatian investor sudah direspons dan sedang diperbaiki oleh pemerintah sesuai arahan Presiden,” ujarnya.

Lebih lanjut, Menkeu menegaskan bahwa Indonesia tetap menjalankan prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif dalam menjalin kerja sama ekonomi internasional. Pemerintah membuka peluang investasi seluas-luasnya dari berbagai negara tanpa terikat kepentingan geopolitik tertentu.

“Semakin banyak negara yang berinvestasi dan mendukung pembangunan Indonesia tentu semakin baik. China merupakan salah satu mitra penting, tetapi kita juga terus membuka peluang kerja sama dengan Amerika Serikat, Singapura, Eropa, dan negara-negara lainnya,” pungkasnya.