News  

Pemkab Maros Genjot Budidaya Ayam Alope

Walai.id, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan berbasis potensi lokal. Salah satu program yang kini menjadi fokus pengembangan adalah budidaya Ayam Alope, galur ayam lokal unggul hasil kolaborasi Pemkab Maros dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Upaya tersebut terlihat saat Bupati Maros, Chaidir Syam, meninjau langsung kelompok ternak Balangpunta yang menjadi salah satu pusat pengembangan Ayam Alope di Kabupaten Maros.

Saat ini, kelompok ternak tersebut telah mengelola sekitar 1.100 ekor Ayam Alope yang telah memasuki masa produksi.

“Alhamdulillah, saat ini kita sudah meninjau pengembangan Ayam Alope. Ini merupakan jenis ayam kampung yang pengembangannya merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin,” ujar Chaidir saat mengunjungi lokasi peternakan.

Menurutnya, pengembangan Ayam Alope menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kemandirian pangan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya peternak lokal.

Baca Juga :  Ekonomi Maros Tumbuh 9,54 Persen, Tertinggi Ketiga di Sulsel

Chaidir berharap kelompok ternak Balangpunta dapat berkembang menjadi sentra pembibitan Ayam Alope yang mampu memenuhi kebutuhan bibit bagi peternak di berbagai wilayah Kabupaten Maros.

“Mudah-mudahan kelompok ternak ini bisa menjadi sumber bibit Ayam Alope bagi para peternak lainnya, sehingga pengembangan budidaya ayam ini semakin luas dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Program Hilirisasi Ayam Alope Kabupaten Maros yang juga Wakil Dekan III Fakultas Peternakan Unhas, Prof. Muhammad Ihsan A. Dagong, mengatakan target populasi indukan di kelompok ternak Balangpunta ditingkatkan hingga mencapai sekitar 1.500 ekor.

Menurutnya, peternakan yang berada di Kecamatan Tompobulu tersebut difokuskan pada pengembangan dan multiplikasi produksi bibit DOC (Day Old Chick) atau anak ayam umur sehari.

Baca Juga :  Tim Pemekaran Temui Bupati Luwu Utara, Bahas Progres Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Langkah ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bibit secara mandiri bagi peternak di Kabupaten Maros sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bibit dari luar daerah.

“Kami juga sudah pernah mendistribusikan bibit Ayam Alope ke Desa Benteng Gajah dan Desa Lekopancing sebagai bagian dari program pengembangan ayam lokal unggul di Maros,” ujar Ihsan saat dihubungi, pada Rabu (10/6/2026).

Sebagai informasi, Ayam Alope Unhas 1 merupakan galur ayam lokal unggul hasil pemuliaan genetik yang dikembangkan oleh tim peneliti Fakultas Peternakan Unhas. Ayam ini diperoleh melalui proses seleksi ketat selama enam generasi untuk menghasilkan ayam kampung dengan produktivitas yang lebih baik, namun tetap mempertahankan karakteristik unggul ayam lokal Indonesia.

Melalui pengembangan Ayam Alope, Pemkab Maros berharap dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan peternak, serta mendorong lahirnya sentra-sentra peternakan unggulan berbasis sumber daya lokal di daerah.