News  

Literasi Keuangan dan Digital Untuk Mencegah Terulangnya Kasus Smart Wallet

Walai.id, Maros – Kasus penipuan yang melibatkan Aplikasi robot trading smart wallet yang berkedok investasi kripto telah memakan banyak korban, khususnya di Kabupaten Maros dan seluruh Indonesia, Maros, 27/03/2024.

Ribuan korban di Kabupaten Maros saja dan ratusan ribu di seluruh Indonesia telah menjadi korban investasi yang menggunakan Skema Ponzi dengan modus robot trading kripto.

Dalam menghadapi ancaman ini kembali terulang dimasa akan datang, peningkatan literasi keuangan dan literasi digital menjadi sangat penting agar masyarakat lebih paham.

Baca Juga :  PKB Memprioritaskan Kualitas Cakada di Pilkada 2024, Meski Bukan Kader Partai

Abudhar, pendiri Komunitas IT Maros dan  Ketua KeDai ComputerWorks 2008-2009, menekankan urgensi pemahaman yang mendalam tentang Literasi Keuangan dan Digital untuk mencegah masyarakat terjebak Investasi Bodong.

“Literasi keuangan dan digital dapat menjadi tameng bagi masyarakat dalam mengenali pola-pola penipuan dan menghindari jebakan investasi yang merugikan,” katanya.

Untuk mencegah terulangnya kasus penipuan serupa di masa depan, Abudhar mendorong pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan kampanye literasi keuangan dan digital secara massif. 

Baca Juga :  Dugaan Fee 5 Juta: Aliansi AKPAN dan HAM Desak Bupati Maros Copot Lurah Bontoa

“Kita perlu melindungi masyarakat dengan memberikan pengetahuan yang cukup agar mereka dapat mengambil keputusan keuangan yang bijak dan terhindar dari jebakan investasi bodong,” tegasnya.

Dengan upaya bersama dalam meningkatkan literasi keuangan dan digital, diharapkan dapat meminimalisir risiko penipuan investasi dan melindungi masyarakat dari kerugian finansial yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *