Walai.id, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama ASEAN Foundation memperkuat kolaborasi dalam pengembangan talenta digital melalui Program ASEAN AI Ready. Kerja sama ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap keterampilan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era transformasi digital yang berkembang pesat di kawasan ASEAN.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN Foundation dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital yang berlangsung di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026).
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan bahwa penguasaan teknologi kecerdasan artifisial akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu bangsa di masa depan. Oleh karena itu, negara-negara ASEAN perlu memperkuat kerja sama dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
“Penandatanganan MoU antara ASEAN Foundation dan BPSDM Komdigi merupakan langkah penting untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam memajukan adopsi teknologi AI. Negara-negara ASEAN memiliki tantangan yang sama, terutama dalam pengembangan riset AI dan peningkatan kualitas talenta digital,” ujar Nezar.
Menurutnya, ASEAN tidak hanya merupakan kawasan yang memiliki kedekatan geografis dan hubungan politik yang kuat, tetapi juga sebuah ekosistem digital yang memiliki potensi besar untuk berkembang bersama. Melalui Program ASEAN AI Ready, negara-negara anggota dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, serta praktik terbaik dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI.
Nezar menjelaskan bahwa fokus utama program tersebut adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi berbagai perubahan teknologi di masa depan. Dengan kolaborasi regional yang lebih kuat, peningkatan kapasitas masyarakat dapat dilakukan secara lebih cepat dan merata sehingga mampu memperkuat posisi ASEAN dalam peta ekonomi digital global.
“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nezar menegaskan bahwa pengembangan talenta digital menjadi salah satu prioritas utama pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital. Pemerintah tidak hanya ingin masyarakat menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu contohnya adalah keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang memenangkan ajang AI Ready ASEAN Youth Challenge melalui pengembangan NOAH AI, sebuah aplikasi berbasis kecerdasan artifisial yang dirancang untuk mendukung manajemen kebencanaan.
Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat regional maupun global dalam bidang teknologi digital dan kecerdasan artifisial.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, mengungkapkan bahwa Program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat Indonesia yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengembangan keterampilan digital dan pemanfaatan teknologi AI.
Menurut Piti, program tersebut kini memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028 dengan cakupan kegiatan yang lebih luas. Fokus utama program tetap diarahkan pada pemberdayaan masyarakat agar mampu menghadapi transformasi digital dan memanfaatkan peluang ekonomi yang lahir dari perkembangan teknologi.
“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” ujarnya.
Melalui kerja sama antara Komdigi dan ASEAN Foundation ini, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN. Selain meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, program ini juga diharapkan mampu memperluas pemanfaatan teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, dunia usaha, layanan publik, hingga pengembangan inovasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan dukungan kolaborasi regional yang semakin erat, pengembangan kecerdasan artifisial di ASEAN diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga menciptakan ekosistem teknologi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.