News  

Menteri LHK: ASEAN Telah Bekerja Keras Atasi Tantangan Perubahan Iklim

Walai.id, Nasional – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, menyatakan bahwa ASEAN telah bekerja keras menghadapi tantangan perubahan iklim di kawasan Asia Tenggara.

Kawasan ini rentan terhadap dampak perubahan iklim dengan garis pantai panjang, populasi terkonsentrasi di wilayah pesisir, dan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan sumber daya alam.

Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam video tapping sambutannya di acara ASEAN yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja ASEAN untuk Perubahan Iklim Sekretariat Indonesia yang bertajuk Reflection on ASEAN Chairmanship 2023 through ASEAN Joint Statement on Climate Change to the COP 28 di Paviliun Indonesia Dubai UEA, Jumat (8/13/2023).

ASEAN, melalui Kelompok Kerja Perubahan Iklim ASEAN (ASEAN Working Group on Climate Change/AWGCC), secara kolektif menyusun Pernyataan Bersama ASEAN kepada COP 28 UNFCCC setiap tahun. Pernyataan ini menunjukkan komitmen ASEAN dalam mengatasi isu perubahan iklim di kawasan.

Baca Juga :  Pendaftaran Program KIP Kuliah Merdeka Tahun 2024 Resmi Dibuka

Pada tahun ini, Indonesia sebagai Ketua ASEAN memimpin penyusunan Pernyataan Bersama ASEAN untuk COP 28 UNFCCC, yang diadopsi oleh para Pemimpin ASEAN pada KTT ASEAN ke-43 di Jakarta pada 5 September 2023. Pernyataan ini menjadi salah satu pencapaian Indonesia sebagai Ketua ASEAN.

Menteri Siti menegaskan bahwa Pernyataan Bersama ASEAN sejalan dengan tema Keketuaan ASEAN 2023, “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth,” yang menekankan fokus Indonesia untuk memperkuat kerja sama konkret dan kolaborasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Baca Juga :  Menteri Budi Arie: Pengaturan Publisher Rights Wujud Keberpihakan Pemerintah

ASEAN menyerukan negara-negara di dunia untuk meninjau dan memperkuat target 2030 dalam Tujuan Pembangunan Nasional mereka pada akhir tahun 2023, sesuai dengan target suhu Perjanjian Paris. Selain itu, ASEAN mengedepankan berbagai aspek aksi iklim, termasuk adaptasi, teknologi rendah emisi, dan aksi berbasis laut.

Menteri Siti juga mengajak negara maju untuk meningkatkan dukungan implementasi dalam mitigasi dan adaptasi, memenuhi komitmen dana sebesar 100 miliar dolar AS setiap tahun pada tahun 2023, dan meningkatkan pendanaan iklim di atas jumlah tersebut pada tahun 2025. Dukungan tersebut harus tepat waktu, terkoordinasi, berkelanjutan, dan responsif gender.

Akhirnya, Menteri Siti menekankan pentingnya keterlibatan Pemangku Kepentingan Non-Pihak, keterkaitan ilmu pengetahuan dan kebijakan, serta memajukan pembangunan yang ramah lingkungan dan berketahanan iklim.

Respon (2)

  1. Поясните возможно развитие человека как
    личности вне общения почему.
    Как улучшить свое обоняние.
    Срок оформления паспорта. Люди
    подавлены. Какого цвета глаза у ангелов.
    Психотип соционика.

  2. Ярославль медцентр весна. Чем отличается индивид от личности.
    Пример сравнения в психологии. Мыслительные процессы.
    Символы индейцев и их значение на русском языке в картинках.
    Сон собираться на войну. Как раскрыть
    себя как личность. Как бог относится к
    психически больным.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *