News  

Kemenperin Mendorong IKM Tekstil Naik Kelas melalui Teknologi Sederhana dan Tepat Guna

Walai.id, Nasional – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendukung kebijakan industri hijau dan pengembangan tekstil fungsional untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT), termasuk untuk pelaku usaha skala kecil maupun menengah. Pada Jumat, 4 Agustus 2023, Kemenperin menjalankan program Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI).

DAPATI adalah program yang bertujuan untuk mendukung Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam menerapkan industri hijau. Salah satu bentuk pelaksanaan program DAPATI adalah melalui konsultansi dan bimbingan untuk meningkatkan efisiensi teknologi proses produksi dan kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Tim konsultan DAPATI dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BBSPJI) Tekstil Bandung memberikan bimbingan tersebut kepada beberapa IKM TPT.

Baca Juga :  Pemerintah Gulirkan Kredit Rp20 Triliun untuk Industri Padat Karya di 2025

Salah satu IKM yang mendapatkan manfaat dari program ini adalah CV. Oshwin Bustari Makhruf, yang bergerak dalam jasa proses washing garmen textile apparel di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. DAPATI membantu perusahaan tersebut dalam efisiensi penggunaan air, energi, dan bahan kimia.

Dalam program DAPATI BBSPJI Tekstil, tim konsultan juga memperkenalkan teknologi proses penyempurnaan tekstil sederhana kepada IKM tenun tradisional Bentang Terang Putri di Majalaya, Kabupaten Bandung. Teknologi ini menghasilkan kain anti bakteri yang diminati pasar domestik.

DAPATI memberikan pendampingan berbasis solusi bagi IKM dan wira usaha baru di sektor TPT melalui pengembangan serat, benang, kain, pakaian jadi, pencelupan dan penyempurnaan kain, serta sistem manajemen.

Baca Juga :  Prabowo Sambangi K.H. Ma’ruf Amin di Depok, Bahas Arah Bangsa ke Depan

Hasil dari DAPATI terbukti menggembirakan. IKM yang mengikuti program ini merasakan penurunan intensitas konsumsi air, energi, dan bahan kimia yang signifikan, sehingga dapat menekan biaya operasional perusahaan.

Program DAPATI BBSPJI Tekstil ini membuktikan bahwa teknologi tidak harus menjadi sesuatu yang eksklusif. Dengan adopsi dan reverse engineering, inovasi-inovasi teknologi proses dapat diaplikasikan di industri skala kecil dan menengah, sehingga memberikan manfaat langsung bagi pelaku industri.

Melalui program ini, Kemenperin berharap IKM tekstil dapat meningkatkan kapabilitas dan menjadi industri yang ramah lingkungan, serta berkontribusi sebagai bagian dari ekosistem produsen tekstil fungsional.

Tinggalkan Balasan