News  

Revitalisasi Sekolah Kemendikdasmen Tak Hanya Perbaiki Fasilitas, Tapi Gerakkan Ekonomi Warga

JAKARTA, WALAI.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui skema pembangunan swakelola, Jumat, 3/7/2026.

Melalui mekanisme tersebut, sekolah diberi keleluasaan mengelola pembangunan sesuai kebutuhan masing-masing sekaligus melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja. Model ini dinilai mampu mempercepat pelaksanaan pembangunan serta menggerakkan perekonomian lokal.

Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut adalah SMP Negeri 9 Pangkalpinang. Sekolah ini menerima bantuan revitalisasi sebesar Rp2,6 miliar untuk rehabilitasi delapan ruang kelas beserta mebelair, ruang administrasi, ruang komputer, pembangunan tiga paket toilet, serta rehabilitasi satu paket toilet.

Kepala SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Ahmat Yamani, mengatakan pelaksanaan revitalisasi dilakukan melalui Tim Pembangunan Persiapan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur sekolah dan masyarakat sekitar.

“Kami membentuk tim P2SP yang melibatkan masyarakat sekitar untuk ketua, keamanan, hingga pelaksana teknis. Alhamdulillah, kegiatan revitalisasi ini juga membantu perekonomian masyarakat sekitar,” ujarnya.

Manfaat serupa dirasakan SLB Negeri Koba di Kabupaten Bangka Tengah. Sekolah tersebut memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,43 miliar yang digunakan untuk membangun enam ruang kelas baru, merehabilitasi tiga ruang kelas, aula, dan asrama yang sebelumnya mengalami kerusakan.

Baca Juga :  Prabowo: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Kepala SLB Negeri Koba, Musdiyanto, mengatakan proyek pembangunan turut melibatkan komite sekolah dan warga sekitar sebagai tenaga kerja.

“Program ini sangat berdampak pada perekonomian warga sekitar yang terlibat menjadi tukang karena mereka bisa bekerja dan memperoleh pendapatan dari proyek pembangunan sekolah ini,” katanya.

Selain memberikan manfaat ekonomi, revitalisasi juga membantu mengatasi keterbatasan ruang belajar yang selama ini dihadapi sekolah. Sebelumnya, sejumlah fasilitas seperti musala, ruang tata boga, dan kantor guru terpaksa digunakan sebagai ruang kelas.

“Kami merasa sangat terbantu. Anak-anak dan guru sekarang mempunyai ruang masing-masing sehingga pembelajaran lebih fokus dan nyaman,” tambah Musdiyanto.

Sementara itu, TK Ayyas Kids Centre menerima bantuan pembangunan ruang kelas baru lengkap dengan perabotan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta toilet dan fasilitas sanitasi.

Sebelum revitalisasi dilakukan, keterbatasan ruang membuat sebagian peserta didik harus mengikuti kegiatan belajar di teras maupun gazebo sekolah secara bergantian.

Baca Juga :  Tujuh PNS Ikuti Sidang Presentasi Kenaikan Pangkat Luar Biasa Periode Juli 2026

Kepala TK Ayyas Kids Centre, Santi, mengatakan pembangunan berlangsung selama empat bulan dengan melibatkan 13 pekerja dari lingkungan sekitar sekolah.

“Swakelola membuat kami bisa menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan sekolah. Anak-anak sangat senang, bahkan jumlah peminat yang mendaftar ke sekolah kami juga meningkat,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana dan prasarana pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik.

“Kita semua memiliki pandangan yang sama bahwa kualitas pendidikan juga ditentukan oleh sarana dan prasarana yang baik dan mendukung,” kata Abdul Mu’ti.

Menurutnya, skema swakelola dipilih karena memberikan fleksibilitas kepada sekolah untuk menyesuaikan pembangunan dengan kebutuhan riil di lapangan. Selain itu, model ini dinilai lebih efisien, mempercepat proses pembangunan, serta mampu menyerap tenaga kerja lokal dan menggerakkan ekonomi daerah.

Dengan pendekatan tersebut, program revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar sekolah.