News  

Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk 32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir

Walai.id, ACEH — Kepulangan dari Tanah Suci menjadi momen yang semakin bermakna bagi sejumlah jemaah haji asal Aceh yang sebelumnya terdampak musibah banjir.

Mereka menerima bantuan kemanusiaan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran negara pascaibadah haji.

Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan bantuan tersebut kepada empat jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya yang baru kembali dari Tanah Suci. Keempatnya merupakan bagian dari 32 jemaah haji asal Aceh yang menerima bantuan melalui program ini, Selasa, 30/06/2026.

Sebagian besar penerima merupakan jemaah yang terlilit utang akibat musibah banjir. Keterbatasan ekonomi membuat sebagian dari mereka harus meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan haji maupun memenuhi kebutuhan selama di Tanah Suci. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban tersebut, termasuk membantu melunasi utang yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga :  Komdigi dan JICA Perkuat Kerja Sama Pengembangan Talenta AI Nasional

Dahnil mengatakan, perhatian pemerintah terhadap jemaah Aceh berangkat dari semangat masyarakat yang tetap memenuhi panggilan Allah SWT meski sedang menghadapi cobaan. Saat Aceh dilanda musibah, pemerintah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji, namun Aceh justru menjadi salah satu provinsi yang paling cepat menyelesaikan pelunasannya, semangat yang menurutnya turut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Ia menambahkan, Presiden kemudian mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan yang tersedia diprioritaskan bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan, agar dapat meringankan beban mereka setelah kembali dari Tanah Suci.

“Kami ingin para jemaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” kata Dahnil, dikutip pada laman Kemenhaj, pada Senin (29/6).

Baca Juga :  BMKG Perkuat Ketahanan Siber Lewat Pelatihan Security Operations Center

Program bantuan ini disalurkan kepada penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui proses pendataan dan verifikasi. Di Provinsi Aceh, 32 jemaah haji penerima bantuan berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, di antaranya Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Utara.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai. Negara terus berupaya hadir mendampingi jemaah, terutama yang menghadapi kondisi sulit akibat musibah, agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga dan meraih kemabruran dalam ibadahnya. (*)