News  

Indonesia–Kuwait Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Energi di Tengah Ketidakpastian Global

Walai.id, Jakarta – Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, Indonesia dan Kuwait menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin lebih dari lima dekade, khususnya di sektor ekonomi dan energi.

Kedua negara juga mencatat peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia–Kuwait naik 10,69 persen menjadi USD606 juta dari USD547,5 juta pada 2024. Sementara investasi Kuwait di Indonesia meningkat dari USD290 ribu menjadi USD1,2 juta pada 2025, yang didominasi sektor minyak dan gas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa hubungan diplomatik yang kuat menjadi fondasi penting dalam memperluas kerja sama kedua negara, termasuk dalam isu ketahanan energi.

“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” ujar Airlangga saat menerima Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta, Rabu (17/6).

Baca Juga :  Komdigi dan JICA Perkuat Kerja Sama Pengembangan Talenta AI Nasional

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan kedua setelah penyerahan Letter of Credence Dubes Khalid kepada Presiden Prabowo pada November 2025. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan energi.

Di sektor energi, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) tercatat telah terlibat dalam delapan kegiatan eksplorasi migas di Indonesia, termasuk di Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur. Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga melakukan eksplorasi di wilayah Anambas.

Kerja sama energi kedua negara telah diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) di bidang migas dan petrokimia yang disepakati pada 2019. Selain itu, Indonesia dan Kuwait juga memiliki sejumlah MoU lain, termasuk pembentukan komisi bersama, kerja sama ekonomi dan teknik tahun 2007, serta kerja sama perdagangan pada tahun yang sama.

Baca Juga :  Menkeu Kantongi Dukungan China untuk Penerbitan Perdana Panda Bond Indonesia

Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Alyassin, menegaskan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia bagi Kuwait, tercermin dari berbagai kesepakatan yang telah terjalin.

“Berbagai nota kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi,” ujarnya.

Kedua pihak juga berkomitmen mengawal implementasi berbagai kesepakatan tersebut agar memberikan manfaat optimal, terutama dalam memperkuat ketahanan energi dan hubungan bilateral. Selain itu, Indonesia dan Kuwait sepakat mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia–GCC Free Trade Agreement yang ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi.