News  

Airlangga dan Finlandia Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Kolaborasi Teknologi Tinggi

Walai.id, PARIS – Pemerintah Indonesia dan Finlandia sepakat memperkuat hubungan bilateral melalui perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari transformasi digital, hilirisasi industri mineral, hingga pengembangan program kesejahteraan sosial. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia Ville Tavio di sela-sela agenda Pertemuan Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economic Co-operation and Development Ministerial Council Meeting 2026 di Paris, Selasa (3/6/2026).

Pertemuan tersebut menandai upaya kedua negara untuk memperluas kemitraan ekonomi yang dinilai semakin strategis di tengah perkembangan teknologi global dan kebutuhan penguatan rantai pasok industri masa depan. Indonesia dan Finlandia memandang kolaborasi di bidang teknologi tinggi sebagai salah satu pilar utama yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing kedua negara.

Saat ini, sekitar 30 perusahaan Finlandia telah menanamkan investasi di Indonesia, sementara lebih dari 200 perusahaan lainnya terlibat dalam berbagai proyek dan kemitraan bisnis. Kerja sama yang berkembang mencakup pengembangan jaringan telekomunikasi generasi terbaru 5G dan 6G, komputasi kuantum, industri semikonduktor, hingga pembangunan kota cerdas atau smart city.

Di sektor teknologi digital, perusahaan telekomunikasi Finlandia Nokia bersama mitranya, NVIDIA, disebut tengah aktif mengembangkan pusat data di Indonesia. Investasi tersebut dinilai sejalan dengan agenda transformasi digital nasional yang tengah didorong pemerintah untuk memperkuat ekosistem teknologi dan meningkatkan kapasitas pengolahan data dalam negeri.

Selain sektor digital, kerja sama juga berkembang pada bidang hilirisasi industri mineral yang menjadi salah satu prioritas pemerintah Indonesia. Salah satu bentuk kolaborasi yang telah berjalan adalah keterlibatan perusahaan teknologi industri Finlandia, Metso, dalam pembangunan fasilitas peleburan atau smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan katoda tembaga berkualitas tinggi yang dibutuhkan industri elektronik global.

Baca Juga :  Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Dugaan Korupsi Program Makan Bergizi Gratis

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen mempercepat pengembangan industri manufaktur berbasis teknologi maju, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan Internet of Things (IoT). Namun, menurut dia, penguatan infrastruktur digital nasional harus didukung oleh mitra teknologi yang kredibel dan dapat dipercaya.

“Indonesia berkomitmen penuh untuk memajukan manufaktur berbasis kecerdasan buatan dan IoT. Namun, dalam membangun infrastruktur telekomunikasi, kita membutuhkan mitra penyedia teknologi yang tepercaya demi menjaga kedaulatan serta keamanan nasional,” ujar Airlangga.

Ia juga berharap pasar Finlandia dan negara-negara anggota Uni Eropa dapat semakin terbuka bagi produk katoda tembaga Indonesia yang memiliki peran penting dalam rantai pasok industri elektronik dan teknologi global.

Selain aspek ekonomi dan teknologi, kedua negara juga memperkuat kerja sama di bidang sosial, khususnya terkait program penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah. Finlandia dikenal sebagai salah satu negara yang telah menjalankan program makan siang gratis bagi pelajar sejak dekade 1940-an. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi Indonesia yang tengah mengembangkan program makan bergizi dalam skala nasional.

Delegasi Indonesia sebelumnya telah melakukan kunjungan ke Finlandia untuk mempelajari sistem dapur terpusat (central kitchen) yang dinilai efektif dalam menjamin kualitas makanan sekaligus efisiensi distribusi. Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengembangkan model serupa untuk mendukung pelaksanaan program yang ditargetkan menjangkau hingga 80 juta penerima manfaat.

Baca Juga :  Majelis Etik Ombudsman Rampungkan Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Etik Ketua Ombudsman

Pemerintah Finlandia menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan untuk memperluas kerja sama, termasuk dengan melibatkan produsen peralatan dapur modern guna membantu mengatasi tantangan distribusi makanan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil Indonesia.

Untuk memperkuat implementasi berbagai rencana kerja sama tersebut, kedua negara sepakat melakukan koordinasi lebih lanjut guna mengatasi hambatan perdagangan, termasuk penyelarasan regulasi terkait tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan aspek teknis lainnya. Selain itu, kedua pihak juga mempersiapkan kunjungan tingkat menteri ke Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026 guna mematangkan kerangka kerja sama yang telah disepakati.

Dalam pertemuan tersebut, Finlandia juga kembali menegaskan dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat Indonesia saat ini tengah menjalani berbagai tahapan menuju keanggotaan penuh organisasi ekonomi internasional tersebut.

Selain itu, Finlandia menyatakan dukungan terhadap percepatan ratifikasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Kesepakatan tersebut diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia di kawasan Eropa sekaligus meningkatkan arus investasi dan perdagangan bilateral.

Turut mendampingi Airlangga dalam rangkaian kunjungan kerja di Paris dan Brussels antara lain Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis Mohamad Oemar, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional dan Investasi Edi Prio Pambudi. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kemitraan strategis Indonesia dengan negara-negara maju dalam mendukung transformasi ekonomi nasional dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.