Walai.id, SERANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan dukungannya terhadap Program Sehati yang diinisiasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) melalui penerapan teknologi tepat guna dan teknologi maju untuk mewujudkan desa berketahanan iklim.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BRIN, Arif Satria, saat menghadiri kick off Program Sehati di Desa Cikande, Kabupaten Serang, Banten, pada Selasa (30/6/2026).
Arif mengatakan BRIN akan mengerahkan berbagai inovasi teknologi guna memperkuat sektor pertanian, ekonomi desa, serta mendukung kemandirian masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
“Teknologi tepat guna penting untuk mengembangkan pertanian dan ekonomi desa. Di saat yang sama, teknologi maju dengan pendekatan teknologi terkini juga sangat diperlukan untuk memperkuat kemandirian desa,” ujar Arif kepada awak media.
Menurutnya, salah satu contoh penerapan teknologi modern di pedesaan adalah konsep smart farming atau pertanian cerdas yang memanfaatkan teknologi satelit dan drone untuk mendukung sistem pertanian yang lebih presisi dan efisien.
Selain itu, Arif menekankan pentingnya pembangunan desa yang berkelanjutan agar desa tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Di mana pun di dunia, desa selalu menjadi pondasi pembangunan ekonomi. Industrialisasi akan berhasil jika desa kuat. Jika desa tidak kuat, sulit berharap industrialisasi dapat berjalan sukses,” katanya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi desa, salah satunya persoalan pengelolaan sampah yang dipengaruhi keterbatasan fasilitas dan kebiasaan masyarakat.
Karena itu, Kemendes PDT menggandeng BRIN untuk menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi yang dapat mendukung pengelolaan sampah serta limbah di kawasan pedesaan.
“Karena sampah di desa itu, mungkin karena kebiasaan, masih ada warga yang membuang sampah sembarangan. Nah, ini yang ingin kita ubah melalui pemberdayaan masyarakat. Kami juga meminta BRIN melakukan supervisi dalam proses tersebut,” ujar Yandri.
Program Sehati sendiri menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membangun desa yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat.
Kegiatan kick off Program Sehati di Kabupaten Serang diikuti sekitar 600 peserta yang terdiri atas kepala desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para camat dari berbagai wilayah di Kabupaten Serang.
Dalam pelaksanaannya, Kemendes PDT juga menerapkan pendekatan kolaborasi oktahelix dengan melibatkan delapan unsur strategis guna memperkuat sinergi pembangunan desa yang berkelanjutan.