Walai.id, SIGI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI membangun Masjid Darurat Al-Muhajirin di Desa Kamarora A, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, sebagai upaya memenuhi kebutuhan sarana ibadah bagi warga terdampak gempa bumi.
Pembangunan masjid darurat berukuran 10 x 10 meter itu merupakan hasil kolaborasi BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Sulawesi Tengah, BAZNAS Kota Palu, BAZNAS Kabupaten Sigi, BAZNAS Kabupaten Tojo Una-Una, BAZNAS Kabupaten Parigi Moutong, BAZNAS Kabupaten Morowali, dan BAZNAS Kabupaten Banggai. Dukungan juga datang dari TNI melalui Batalyon 873 Masewo Masagena dan Kodam XIII/Merdeka wilayah Kabupaten Sigi, Brimob Polri, serta para muzaki yang turut berpartisipasi dalam penanganan bencana.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan pembangunan masjid darurat menjadi bagian dari respons cepat BAZNAS dalam membantu pemulihan masyarakat pascagempa.
Menurut dia, gempa yang melanda Sulawesi Tengah mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, sehingga tidak lagi dapat digunakan oleh masyarakat.
“Kami turut berduka atas bencana gempa bumi yang terjadi di Sulawesi Tengah. Saat ini BAZNAS terus mengerahkan berbagai bantuan kemanusiaan, termasuk pembangunan masjid darurat ini, untuk membantu masyarakat yang terdampak,” kata Idy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan masjid darurat menjadi kebutuhan penting di tengah upaya pemulihan masyarakat. Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga dapat menjadi ruang berkumpul yang memperkuat solidaritas dan kebersamaan warga.
“BAZNAS membangun masjid darurat ini sebagai solusi cepat agar masyarakat tetap memiliki tempat ibadah yang layak dan aman,” ujarnya.
Idy menegaskan, seluruh bantuan yang disalurkan BAZNAS berasal dari amanah zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dipercayakan untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan.
“Kami berharap masjid darurat ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, baik untuk beribadah maupun mempererat kebersamaan selama proses pemulihan pascagempa berlangsung,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam pendirian masjid darurat tersebut.
Sebelumnya, BAZNAS RI telah mengerahkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk membantu proses evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pelayanan kesehatan bagi para penyintas.
Selain itu, BAZNAS menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, di antaranya 5.000 liter air bersih dan ribuan paket makanan siap saji. Lembaga tersebut juga memberikan dukungan psikososial bagi para penyintas, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
BAZNAS mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membantu pemulihan korban gempa melalui program Dompet Bencana dan Kemanusiaan. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar, layanan kesehatan, dan proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.