Walai.id, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital membuka akses alat produksi digital bagi talenta kreatif dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyediaan 8.000 akun Canva Pro gratis.
Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemkomdigi dan Canva yang ditandai dalam kegiatan Canva Hangout feat Komdigi: Bikin Ide Digital Makin Nyata di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan kolaborasi ini menjadi langkah awal dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kreatif digital.
“Saya ucapkan selamat atas kerja sama yang kita laksanakan hari ini. Ini baru langkah pertama, ke depan akan terus diperluas agar semakin banyak individu dan komunitas yang dapat terlibat dan merasakan manfaatnya,” ujar Meutya.
Ia juga menyoroti capaian global Canva yang mencatat satu miliar desain baru pada 2025. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi kreatif berbasis desain digital, termasuk kontribusi dari kreator Indonesia.
“Kami cukup terharu mendengar laporan bahwa dalam tahun 2025 ada satu miliar desain baru yang lahir dari Canva. Semoga semakin banyak kreator Indonesia yang berkontribusi dari capaian besar tersebut,” katanya.
Meutya memaparkan sektor ekonomi kreatif saat ini menyumbang sekitar 7–8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan nilai mencapai sekitar Rp1.600 triliun per tahun serta menyerap lebih dari 50 juta tenaga kerja.
Di sisi lain, ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilainya tercatat mencapai sekitar 90 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat hingga 360 miliar dolar AS pada 2030, menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di Asia Tenggara.
Menurut Meutya, pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai sektor, seperti perdagangan elektronik, layanan keuangan digital, transportasi berbasis aplikasi, serta meningkatnya adopsi teknologi oleh UMKM yang berkontribusi sekitar 60 persen terhadap PDB nasional.
Ia menegaskan bahwa keterampilan desain dan produksi konten digital kini menjadi kebutuhan utama bagi pelaku UMKM. “Bagi UMKM, keterampilan kreatif dan desain digital bukan lagi kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama untuk mendesain, memasarkan, dan menjual produk,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap dapat memperkuat ekosistem kreator desain di Indonesia, sekaligus mendorong transformasi digital UMKM agar lebih kompetitif di pasar global. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional secara berkelanjutan.