News  

Jampidsus Bekali Aspidsus dan Kajari Wilayah Timur dengan Pelatihan Kepemimpinan dan Public Speaking

MAKASSAR, WALAI.ID – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, membuka pelatihan Public Speaking and Leadership bagi para Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dari delapan wilayah hukum di Indonesia Timur. Kegiatan berlangsung di Hotel Gammara, Makassar, pada Kamis (25/6/2026).

Pelatihan tersebut turut dihadiri Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Sila H. Pulungan, serta diikuti peserta dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Ketua Panitia Pelaksana, Andi Herman, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, strategi komunikasi, serta kemampuan menyampaikan informasi kepada publik, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana khusus yang menjadi perhatian masyarakat.

Dalam arahannya, Febrie Adriansyah menegaskan bahwa pelatihan tersebut bukan sekadar mengasah kemampuan berbicara di depan umum, melainkan membangun kesamaan visi kepemimpinan, meningkatkan kualitas penanganan perkara, memperkuat komunikasi publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo

Menurutnya, kemampuan mengelola komunikasi publik menjadi bagian penting dalam penegakan hukum karena berkaitan langsung dengan kredibilitas lembaga.

“Kepemimpinan merupakan fondasi utama pembentukan karakter. Ketika nilai-nilai kepemimpinan tertanam dengan baik, akan lahir pribadi yang mampu menjalankan tugas secara profesional dan dapat diandalkan,” ujar Febrie.

Dalam kesempatan tersebut, Jampidsus juga menyampaikan sejumlah pesan kepada para pimpinan di lingkungan tindak pidana khusus. Ia meminta para Aspidsus dan Kajari menjadi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, mampu membaca risiko, mengedepankan kepentingan bangsa, serta menjaga substansi penegakan hukum di atas sekadar pemenuhan prosedur.

Febrie mengingatkan bahwa perkara korupsi bukan sekadar perkara pidana biasa karena menyangkut kerugian negara dan kepentingan masyarakat luas. Oleh sebab itu, seorang pemimpin di bidang tindak pidana khusus dituntut mampu mengambil keputusan strategis, menggerakkan organisasi, serta menjadi teladan bagi jajarannya.

Baca Juga :  Kemenko Polkam Dorong Penguatan Sistem Pengawasan Maritim Nasional

“Ukuran keberhasilan bukan hanya pekerjaan yang selesai, tetapi manfaat yang diberikan bagi negara, keteguhan menjaga amanah, keberanian di tengah tekanan, kebersihan dalam menggunakan kewenangan, dan kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola negara,” tegasnya.

Selain mendapatkan pembekalan dari internal Kejaksaan, peserta juga menerima materi dari praktisi komunikasi. Managing Director Edelman Indonesia, Nia Pratiwi, bersama Gustiana memberikan pelatihan mengenai pengelolaan narasi media, manajemen isu dan krisis, serta pentingnya komunikasi yang tepat dalam membangun kepercayaan publik.

Melalui pelatihan ini, Kejaksaan Agung berharap terbangun kesamaan perspektif, peningkatan kompetensi kepemimpinan, serta kemampuan komunikasi publik yang adaptif guna menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.