News  

Realisasi PAD Maros Meningkat Hingga Oktober

Walai.id, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros hingga bulan Oktober ini sudah mencapai Rp192 miliar atau sekitar 74,92 persen.

Angka ini diprediksi akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun nanti.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Maros, Takdir mengatakan target PAD Pemkab Maros ditahun 2022 itu mencapai Rp256,8 miliar.

“Jika melihat realisasi PAD dari Januari hingga Oktober yabg sudah mencapai Rp192 miliar diperkirakan akan mengalami kenaikan hingga Desember mendatang,” katanya, (16/11/2022).

Bahkan kata dia, proyeksi PAD hingga Desember mendatang estimasinya bisa mencapai Rp238,5 miliar atau 92,85 persen.

“Jadi estimasi hingga Desember perolehan PAD bisa mencapai hingga Rp238,5 miliar atau 92,85 persen. Dari target realisasi PAD 2022 sebesar Rp256,89 miliar,” jelasnya.

Diakui Takdir estimasi perolehan PAD ini lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2021 lalu yang hanya mencapai Rp200,3 miliar.

“Realisasi PAD tahun lalu hanya 74 persen atau sekitar Rp200,3 Miliar. Itu artinya ada peningkatan jika melihat estimasi perolehan PAD tahun 2022 ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Target Kursi Pileg Terpenuhi, PAN Maros Otw Ketua DPRD

Lebih lanjut kata dia, untuk Januari hingga bulan Oktober, capaian realisasi PAD Kabupaten Maros telah meningkat hingga 74,92 persen atau sebesar Rp192,4 miliar.

“Kalau dibandingkan capaian realisasi bulan lalu hanya 66 persen atau sebesar Rp169,5 miliar,” katanya.

Sementara khusus bulan Oktober kata dia, ada tambahan realisasi sebesar Rp22,9 miliar.

“Sementara proyeksi PAD untuk November dan Desember kita target masing-masing ada tambahan Rp19,3 miliar dan Rp26,7 miliar,” jelasnya.

Diakuinya salah satu OPD yang telah mencapai target capaoan PAD nya itu Badan Pendapatan Daerah (BPD). Dimana target untuk bulan Oktober sebesar Rp16,9 miliar dan realisasi sebesar Rp17,1 miliar.

“Dari 11 objek pajak yang dikelola BPD Maros, pada bulan Oktober telah berhasil mencapai realisasi Rp17,1 miliar. Proyeksi November Rp13,7 miliar dan Desember Rp21,5 miliar, sehingga target realisasi 2022 sebesar Rp162,6 miliar di akhir tahun dapat tercapai,” urainya.

Sementara OPD yang belum mencapai target itu Dinas Kooperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Kopumdag). Dimana dari target Oktober sebesar Rp345,8 juta, realisasinya baru Rp144,7 juta.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Pangan di Kabupaten Maros

“Jadi di Dinas Kopumdag ada dua jenis retribusi, retribusi kios dan retribusi pelayanan tempat khusus untuk parkir. Sebenarnya telah optimal di retribusi parkir hanya terkendala pada retribusi kios yang sebenarnya telah menunggak lama,” akunya.

Sementara itu, Wakil Bupati Maros, Suhartina Bohari meminta agar retribusi kios harus ditindak lanjuti.

Pasalnya Pemkab Maros telah memberikan keringanan.

“Ya, sisa kesadaran pengguna kios untuk menjalankan tugasnya. Harus ada aksi tegas, kalau perlu saya bisa turun langsung untuk bantu menagih,” tegasnya.

Dia pun memberi kesempatan maksimal 3 bulan sudah harus dibayar lunas.

Sedangkan, Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengatakan kalau setiap OPD bisa bergerak lebih aktif, termasuk melakukan inovasi-inovasi baru agar target realisasi dapat tercapai.

“Kita memang perlu bergerak dengan sigap. Seperti Dinas Pariwisata misalnya, pada retribusi pelayanan tempat penginapan baru mencapai 5,5 persen. Jadi butuh hal menarik yang bisa menarik wisatawan untuk datang atau kembali berkunjung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *