WALAI.ID, TANGERANG SELATAN – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa daya saing Indonesia di tengah perubahan global sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, tata kelola yang baik, serta integritas dalam pengelolaan keuangan negara.
Hal tersebut disampaikan Menkeu saat memberikan kuliah umum pada puncak peringatan Dies Natalis ke-11 Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN di Kampus PKN STAN, Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/7).
Mengusung tema Grounded in Integrity, Steadfast Against the Tide, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas civitas akademika dalam menghadapi tantangan pengelolaan keuangan negara di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Menurut Purbaya, Indonesia membutuhkan aparatur pengelola keuangan negara yang profesional, adaptif, kompeten, dan berintegritas untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
“Dunia sedang berubah dan perubahan itu tidak menunggu kita siap. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita terdampak. Kita pasti terdampak. Pertanyaannya adalah apakah kita cukup cepat membaca arah perubahan, cukup disiplin menjaga APBN, dan cukup berani memperbaiki tata kelola,” ujar Purbaya.
Ia menekankan bahwa kualitas birokrasi, khususnya di sektor perpajakan dan kepabeanan, akan berpengaruh langsung terhadap iklim investasi dan daya saing Indonesia, baik di pasar domestik maupun global.
“Nanti peran Anda akan menentukan kita bisa bersaing atau tidak di pasar global. Bea cukai yang bersih, pajak yang bersih, dan penyederhanaan kebijakan akan memengaruhi daya saing Indonesia di pasar domestik maupun dunia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga berpesan kepada mahasiswa PKN STAN untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menjalankan tugas di sektor publik.
Menurutnya, kemampuan teknis dapat dipelajari dan sistem dapat dibangun, namun integritas harus menjadi nilai yang dijaga sejak dini dan diterapkan secara konsisten dalam setiap aspek pekerjaan.
“Kementerian bisa dilatih, sistem bisa dibangun, teknologi bisa dibeli, tetapi integritas harus dijaga sejak awal, setiap hari, terutama ketika tidak ada orang yang melihat,” tegasnya.
Purbaya mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan negara tidak sekadar berkaitan dengan angka dan laporan anggaran, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap negara.
“Adik-adik semua adalah calon penjaga kepercayaan publik. APBN bukan sekadar tabel penerimaan dan belanja, tetapi cara negara hadir dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum Dies Natalis ke-11 ini, PKN STAN diharapkan terus melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam mengemban amanah pengelolaan keuangan negara.