Walai.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan jajaran pemerintah untuk tetap waspada terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi stabilitas energi dan ekonomi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13/03/2026.
“Kita hadapi perkembangan global di Eropa dan Timur Tengah yang bisa berdampak pada harga BBM dan harga pangan,” ujar Presiden.
Meski demikian, Presiden menyebut kondisi pangan nasional relatif aman. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak boleh lengah dan harus menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan terburuk.
Presiden juga menyinggung langkah sejumlah negara yang mulai menerapkan kebijakan efisiensi, termasuk skema work from home (WFH) hingga 50 persen bagi sektor pemerintah dan swasta.
“Kita perlu mengkaji langkah efisiensi seperti itu. Kita juga harus mengupayakan penghematan konsumsi,” katanya.
Menurut Presiden, dalam dua hingga tiga tahun ke depan Indonesia diproyeksikan memiliki ketahanan yang lebih kuat, namun disiplin dalam pengelolaan energi dan konsumsi tetap diperlukan.
Selain itu, Presiden menekankan pentingnya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Bahkan, ia menyampaikan target ideal pemerintah untuk mencapai keseimbangan anggaran.
“Sasaran kita APBN harus balance budget. Kalau bisa kita tidak punya defisit,” ujarnya.
Terkait sektor energi, Presiden memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan untuk menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Ia juga meminta jajarannya untuk terus mendorong penghematan konsumsi energi.
“Kita tidak bisa menganggap kita aman tanpa upaya mengurangi konsumsi BBM,” tegasnya.
Menutup arahannya menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Presiden mengajak seluruh jajaran kabinet untuk bekerja dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan menjaga persatuan nasional.