WALAI.ID, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menegaskan implementasi Biodiesel B50 telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terdepan dalam upaya pengurangan emisi karbon global. Melalui program tersebut, Indonesia disebut berhasil menekan emisi hingga 44 juta ton karbondioksida (CO₂) ekuivalen.
Pernyataan itu disampaikan Presiden saat meluncurkan Program Biodiesel B50 bertajuk “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7).
Menurut Prabowo, capaian tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia mendapat perhatian dunia dalam agenda transisi energi dan pengendalian perubahan iklim.
“Hari ini sangat bersejarah. Kita dibicarakan di dunia karena menjadi salah satu yang terdepan dalam mengurangi emisi karbon. Mereka tahu Indonesia memiliki program B50. Emisi yang berhasil kita kurangi mencapai 44 juta ton karbondioksida ekuivalen,” ujar Prabowo.
Presiden menilai keberhasilan implementasi Biodiesel B50 tidak hanya berdampak pada penguatan ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap upaya global dalam menekan emisi gas rumah kaca.
Program B50 merupakan kebijakan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit dengan komposisi campuran 50 persen bahan bakar nabati dan 50 persen solar. Selain bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendukung target penurunan emisi nasional.
Peluncuran B50 sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk mengembangkan energi yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam negeri, sejalan dengan agenda kemandirian energi dan pembangunan rendah karbon.