News  

Kemendikdasmen Dorong MPLS Ramah 2026

JAKARTA, WALAI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan pentingnya pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 sebagai langkah awal menciptakan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru, Kamis, 3/7/2026.

Hari pertama sekolah dinilai menjadi momen penting yang dapat memengaruhi rasa percaya diri, semangat belajar, hingga kemampuan anak beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, Kemendikdasmen menghadirkan konsep MPLS Ramah agar setiap murid memperoleh pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sejak memasuki sekolah.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemendikdasmen terus menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Regulasi tersebut menghadirkan sejumlah pembaruan, antara lain pelaksanaan MPLS selama lima hari, kewajiban sekolah menyampaikan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai landasan utama pelaksanaan MPLS.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman.

Baca Juga :  Menkeu Sidak Perusahaan Baja di Pulogadung, Fokus Awasi Kepatuhan Pajak

Hal senada disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto. Menurutnya, seluruh pelaksanaan MPLS harus berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

“Seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga setiap murid dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya,” ujar Eko.

Sementara itu, Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, mengatakan sekolah tidak hanya berfungsi mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi ruang yang membuat setiap anak merasa aman, diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia.

Menurut Yuli, kesan yang diperoleh siswa pada hari pertama sekolah akan berpengaruh terhadap motivasi belajar, rasa percaya diri, serta kemampuan mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

“Momentum tersebut dimulai sejak hari pertama peserta didik memasuki sekolah. Kesan pertama yang mereka rasakan akan sangat memengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru. Karena itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah memiliki peran yang sangat penting,” ujarnya dalam webinar Bincang SMA bertajuk “Sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jenjang SMA: MPLS Ramah, Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Tumbuh Berkarakter” yang disiarkan melalui kanal YouTube Direktorat SMA.

Baca Juga :  Hari Anti Penyiksaan Internasional, Enam Lembaga Negara Tegaskan Komitmen

Ia menambahkan, Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 mengamanatkan agar MPLS dilaksanakan secara edukatif, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun praktik yang merendahkan martabat peserta didik.

“Semangat MPLS Ramah mengajak kita menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sekaligus memuliakan setiap anak sebagai pribadi yang memiliki hak, potensi, dan cita-cita,” katanya.

Yuli menegaskan, keberhasilan MPLS tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi pemerintah, orang tua, dan masyarakat.

“Dengan pemahaman dan komitmen yang sama, setiap sekolah diharapkan mampu menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. MPLS juga harus menjadi momentum mengenali karakter, potensi, serta kebutuhan belajar murid sejak hari pertama mereka berada di sekolah,” tuturnya.