News  

Kebakaran di Savana Rinjani Padam, Hampir 100 Hektare Lahan Terdampak

Walai.id, MATARAM – Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Balai Dalkarhut Jabalnusra) berhasil memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Savana Propok, Resort Aik Mel, SPTN II Balai TN Gunung Rinjani itu menghanguskan sekitar 98,28 hektare lahan yang didominasi vegetasi savana dan semak belukar.

Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko, mengatakan hingga Kamis (4/6/2026) siang api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Hasil pemantauan juga menunjukkan tidak adanya asap maupun titik panas baru di wilayah Pulau Lombok.

“Setelah api padam, tim melakukan penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa serta mencegah kebakaran kembali muncul,” ujarnya, pada Minggu, 07/06/2026.

Kebakaran tersebut merupakan kebakaran permukaan yang membakar vegetasi di atas tanah mineral dalam kawasan taman nasional. Penanganan dilakukan secara terpadu oleh Balai Dalkarhut Jabalnusra, Balai TN Gunung Rinjani, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), aparat desa, serta unsur TNI dan Polri di wilayah setempat.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Revitalisasi Sekolah, Targetkan 71 Ribu Satuan Pendidikan Diperbaiki pada 2026

Tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, seperti jet shooter, gepyok, dan garu, dengan memanfaatkan sumber air dari mata air terdekat.

Berdasarkan laporan di lapangan, titik api pertama kali terdeteksi pada 2 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WITA di kawasan Savana Propok. Upaya pemadaman awal dilakukan oleh pengelola savana bersama masyarakat sekitar, namun terkendala keterbatasan personel dan logistik serta kondisi malam hari.

Setelah menerima laporan, tim Balai Dalkarhut Jabalnusra bergerak menuju lokasi dan bergabung dengan petugas gabungan untuk melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Budhy Kurniawan, mengatakan fokus pengelola kawasan saat ini adalah memastikan lokasi kebakaran benar-benar aman sekaligus mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga :  Airlangga dan Finlandia Perkuat Kemitraan Strategis, Dorong Kolaborasi Teknologi Tinggi

Menurutnya, kawasan savana tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Gunung Rinjani yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Kami akan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan serta mengimbau pengunjung maupun masyarakat agar tidak menggunakan sumber api secara sembarangan di kawasan taman nasional,” katanya.

Gunung Rinjani merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan Indonesia dan menjadi bagian dari kawasan Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark. Karena itu, perlindungan kawasan dinilai penting tidak hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga mendukung sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar.

Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat, untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim rawan kebakaran hutan dan lahan.

Pencegahan dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menjaga kelestarian kawasan konservasi dan keselamatan masyarakat.