News  

Menteri Budi Arie Tekankan Nilai Filosofis Batik dan Upaya Pelestariannya

Walai.id, Jakarta – Batik, sebagai warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai budaya dan filosofi, mendapat perhatian serius dari Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi. Beliau menegaskan bahwa penting untuk terus menjaga dan melestarikan batik, dengan salah satu cara melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Batik adalah warisan yang diterima dari leluhur kita, yang harus kita jaga dan lestarikan untuk generasi masa depan Indonesia. Batik ini memiliki nilai-nilai budaya yang mendalam dan filosofi yang kuat,” ujar Menteri Budi Arie saat menghadiri acara “Istana Berbatik” di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Minggu (01/10/2023).

Menkominfo mengungkapkan bahwa dirinya adalah penggemar batik dan sering mengenakannya dalam aktivitas sehari-hari.

“Saya menggunakan batik sebagai pakaian sehari-hari. Saya termasuk pecinta batik karena tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki nilai-nilai keindahan, makna, dan desain arsitektural yang unik. Batik memiliki beragam motif, dan yang saya kenakan adalah motif Surakarta atau Solo, pilihan istri saya,” tambahnya.

Baca Juga :  Polri Himbau Masyarakat untuk Berkendara Aman dalam Arus Balik Lebaran

Dalam rangka Peringatan Hari Batik Nasional 2023, Menteri Budi Arie mendorong penggunaan teknologi digital untuk melestarikan warisan budaya ini. Ia berpendapat bahwa penjualan busana batik harus ditingkatkan, baik melalui saluran konvensional maupun digital, karena hal ini dapat menciptakan dampak positif berlipat, terutama dalam pertumbuhan ekonomi.

“Justru saatnya kita meningkatkan ini. Dengan setiap pembelian satu potong batik, akan memberikan dampak positif bagi banyak pihak, termasuk penjahit, pengrajin, dan semua orang Indonesia. Kita patut bangga dengan kreativitas produk dalam negeri ini,” ujar Menteri Budi Arie.

Baca Juga :  Makassar Government Center (MGC) Siap Beroperasi pada Juli

Acara “Istana Berbatik” ini dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo pada pukul 19.00 WIB. Dalam acara tersebut, Presiden mengenakan batik dengan motif Parang Barong Seling Kembang Udan Riris yang didominasi oleh warna coklat. Motif batik Parang memiliki makna perjuangan, yang merupakan simbol dari kepemimpinan yang tegas dalam memerangi ketidakbenaran. Motif Udang Riris, yang berarti hujan gerimis, menggambarkan memberikan kesejukan di tengah kondisi yang sulit.

“Istana Berbatik” merupakan bagian dari rangkaian acara untuk merayakan Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober. Acara ini merupakan inisiatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Peragaan busana batik ini melibatkan sekitar 500 peserta dan bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia serta menguatkan batik sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia sejak 2 Oktober 2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *