News  

Menteri Muhadjir Apresiasi Langkah Maros dalam Penurunan Stunting

Walai.id, Maros – Bupati Maros H.A.S Chaidir Syam, S.IP., MH, menerima kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy, beserta rombongannya di Desa Sudirman, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, pada Jumat (25/08/2023). 

Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk mengamati perkembangan sejumlah aspek penting di Kabupaten Maros, termasuk upaya penurunan angka stunting, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), serta program-program pendorong peningkatan kesehatan dan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Maros menyampaikan, “Kunjungan ini adalah bagian dari usaha kami untuk mengawal dan memastikan kemajuan Kabupaten Maros, terutama dalam upaya menangani masalah stunting, menggalakkan Bumdes, dan meningkatkan sektor kesehatan dan pendidikan.”

Kedatangan Menteri Muhadjir Effendy beserta timnya menjadi indikator jelas akan fokus dan perhatian dari pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor krusial seperti penurunan angka stunting, pemberdayaan ekonomi melalui Bumdes, serta peningkatan kesejahteraan melalui program-program kesehatan dan pendidikan.

Baca Juga :  Gelombang Keresahan Publik, Gerakan Rakyat Sulsel Minta Presiden Bersikap Tegas

Melalui kunjungan ini, diharapkan kerja sama yang erat antara pemerintah pusat dan daerah semakin terjalin kuat, guna mengakselerasi pencapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan. 

Dengan sinergi yang baik, diharapkan Kabupaten Maros dapat menangani stunting serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program-program berkelanjutan di bidang kesehatan dan pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, untuk penanganan stunting di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, salah satu upaya yang startegis dilakukan adalah  menerapkan program Bapak Asuh Stunting. 

Menurut Menko PMK, program Bapak Asuh Stunting cocok diterapkan untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Maros.

Diketahui, prevalensi stunting di Kabupaten Maros berdasarkan SSGI 2022 sebesar 30,1% (kategori sangat tinggi) angka ini telah mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun 2021 sebesar 37.5%. 

Baca Juga :  Bekali Kompetensi Pemuda Lutim, KKLT Gelar Pelatihan Pra Kerja Angkatan I 2025

Sambil berkelakar, Muhadjir juga bersedia bila diangkat menjadi bapak asuh anak stunting oleh Bupati Maros sebagai bentuk perhatian dari pemerintah terhadap masalah stunting di Kabupaten Maros. 

“Saya juga mau kalau nanti ditawari Pak Bupati untuk ngasuh berapa orang anak. Jadi nanti saya jadi bapak asuhnya dan akan saya bantu,” ucapnya.

Secara spesifik, pada Desa Sudirman terdapat 37 KK Miskin Ekstrem (Data KPM BLT) dan 7 anak tergolong stunting dari 551 balita yang diukur atau 1.3%. Muhadjir mengapresiasi rendahnya balita stunting di desa Sudirman ini.

Tetapi, menurut Menko PMK, penanganan dan intervensi stunting harus dilakukan secara multidimensi, mulai dari penanganan kemiskinannya sampai pemenuhan gizi. 

Juga harus dilakukan intervensi sejak masa remaja, pasangan usia subur, ibu hamil dan anak usia 0-59 bulan. Untuk mendukung hal tersebut setiap puskesmas harus tersedia USG untuk memantau pertumbuhan janin dalam kandungan dan antropometri di Posyandu untuk memantau tumbuh kembang balita.

Tinggalkan Balasan