News  

Aturan Baru Menghadirkan Tantangan bagi Bank-bank Besar di AS

Walai.id, Nasional – Bank-bank terbesar di Amerika Serikat telah berhasil melewati uji stres tahunan yang dilakukan oleh Federal Reserve,, Jumat 30/06/2023.

Namun, kini mereka dihadapkan pada tantangan baru yaitu penerapan aturan baru yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi risiko di masa depan. Aturan baru ini merupakan bagian dari reformasi perbankan internasional yang dikenal sebagai Basel III.

Namun, perubahan ini tidak datang tanpa biaya. Bank-bank seperti JPMorgan, State Street, Goldman Sachs, dan Citigroup harus bersiap untuk menghadapi konsekuensi yang signifikan dalam hal biaya.

Penerapan aturan baru ini dapat mengakibatkan pengurangan modal yang dimiliki oleh bank-bank tersebut, yang berarti mereka memiliki lebih sedikit dana untuk membayar dividen kepada pemegang saham dan melakukan pembelian kembali saham.

Baca Juga :  Kemenperin Dorong Kebangkitan Industri Tekstil Lewat Peta Jalan dan Teknologi 4.0

Selain itu, biaya operasional perbankan juga dapat meningkat akibat persyaratan modal yang lebih tinggi.

Eksekutif bank khawatir bahwa aturan baru ini akan berfokus pada kegiatan yang menjadi keunggulan bank-bank AS.

Gubernur Federal Reserve Michelle Bowman memperingatkan minggu lalu bahwa ini bisa menciptakan ketidakseimbangan persaingan.

Misalnya, dalam perdagangan surat berharga, bank-bank harus menghitung risiko masing-masing meja perdagangan secara terperinci, yang dapat mengurangi manfaat dari risiko yang saling meniadakan.

Perubahan ini dapat mengurangi modal bank secara signifikan. Selain itu, pengukuran risiko operasional juga akan berubah, dengan pendekatan baru yang memberikan bobot lebih pada pendapatan dari area lain selain pinjaman dan perdagangan.

Baca Juga :  KLHK Rayakan Idul Adha dengan Pemotongan Hewan Kurban dan Pembagian 1.000 Paket Sembako

Hal ini berarti aset yang diberi bobot risiko pada bank-bank besar dapat meningkat hingga 15%.

Selain tantangan biaya, perubahan aturan ini juga akan mempengaruhi keputusan bisnis bank. Penambahan modal dapat mempengaruhi tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor dan deposan. Bank-

Bank mungkin akan lebih berhati-hati dalam memberikan pinjaman dan memilih peminjam yang lebih aman.

Dalam skala yang lebih luas, perubahan ini dapat berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.

Meskipun tujuan dari perubahan ini adalah untuk meningkatkan ketahanan perbankan dan mencegah krisis di masa depan, penting untuk mempertimbangkan efektivitas dan biaya dari harmonisasi peraturan perbankan di tingkat global.

Keseimbangan antara kebijakan yang ketat dan daya saing bank-bank AS di pasar global harus dicapai agar sektor perbankan tetap sehat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *