News  

Pesawat Pengangkut LPG Rusak, Pasokan ke Krayan Tersendak

Walai.id, Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Ir. Deddy Yevri Sitorus MA, berjuang agar transportasi udara khusus pengangkut LPG ke Krayan Kalimantan Utara menjadi perhatian khusus Pemerintah dan TNI AU. Agar dapat membantu memasok LPG untuk kebutuhan masyarakat yang sulit dijangkau di Kalimantan Utara (15/11/2022).

Menurut Deddy Sitorus, dihimbau kepada warga Krayan, sampai saat ini suku cadang penting dari 2 pesawat pengangkut LPG belum juga tersedia. Saat ini satu pesawat berada di Tarakan dan satunya di Jakarta dalam kondisi tidak dapat diterbangkan.

Perlu diketahui, pesawat yang diperkenankan untuk pengangkutan LPG adalah pesawat khusus (uncompressed cabin) dan tidak bisa sembarangan. Oleh karena itu pesawat alternatif pengganti pun tidak tersedia di pasar. 

Baca Juga :  Bupati Maros Membuka Musrenbang Khusus untuk Perempuan, Anak, dan Disabilitas Tahun 2024

Harap diingat bahwa ketika saya memperjuangkan penerbangan LPG ke Krayan, itu adalah satu-satunya dan yang pertama di dunia. Lalu kemudian diikuti dengan layanan yang sama di Papua. 

Biaya pengiriman LPG itu memakan biaya setidaknya Rp. 10 milyar per tahun. Tidak mudah membujuk Pertamina saat saya meminta Pertamina terbang ke Krayan, dan beruntung Pelita Air Service bisa cepat tanggap saat itu. Kalaupun ada pesawat yang katanya bisa menerbangkan, itu pasti tidak dengan izin dari Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Serahkan Bantuan Pangan di Kabupaten Maros

Lanjut Deddy Y Sitorus olehnya itu saya mengusulkan dua opsi kepada Pertamina Patra Niaga sebagai pelaksana untuk menjajagi jalan keluar: Kerja sama dengan TNI AU dan Kerja sama dengan Petronas.

Mudah mudahan ada jalan keluar segera. Oh ya, bagi yang merasa lebih baik dan mampu silakan saja menyelesaikan persoalan ini dari pada menyerang dan menjelek jelekan saya terus menerus di Krayan! Saya tidak meminta ucapan terima kasih, saya hanya mohon agar bersabar. Saya tidak meminta pujian hanya berharap agar kalian berhenti memfitnah!, Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *