Berita  

Wabub Maros Kerja Keras, Atasi dan Cegah Kasus Stunting

Walai.id, Maros – Wakil Bupati Maros, Hj. Suhartina Bohari melakukan kunjungan langsung ke Posyandu Mekar I, Desa Uludaya, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Pada Kamis (07/07/2022).

Kunjungan tersebut sebagai upaya untuk menggali dan menemukan persoalan terkait kasus stunting, mengingat tingkat stunting di kabupaten Maros berada diangkat 14 persen. Dimana kasus tertinggi berada di Kecamatan Turikale dan Mallawa dengan kasus terendah.

“Langkah yang ditempuh sekarang adalah menentukan dua kecamatan sebagai file project, yakni Turikale dan Mallawa. Kita berusaha menggali dan menemukan persoalan, merumuskan kasusnya dan langsung menindaklanjuti,” jelasnya.

Suhartina juga mengungkapan, jika kehadirannya mengunjungi desa Uludaya untuk memastikan tiga kasus yang diduga stunting.

“Untuk posyandu ini yang hadir hanya dua, karena yang satu di posyandu lain. Setelah kita bertemu dengan dua anak yang diduga kasus stunting itu, ternyata yang kita lihat si adik ini sudah positif stunting. Sedangkan si kakak berdasarkan pengamatan, kelihatan bukan stunting,” bebernya.

Baca Juga :  Diduga Ada Pungutan Rp100 Ribu dalam Pengurusan KK dan Akta Kelahiran di Kantor Camat Marusu

Setelah memastikan kasus tersebut, pihaknya langsung memerintahkan pada pemerintah kecamatan dan desa untuk mengantar korban ke rumah sakit dr. Palaloi guna mendapat penanganan medis.

“Kami sudah melihat BPJS orang tuanya tadi, kami juga mengarahkan Pak Camat dan Pak Desa untuk mengantar si kakak langsung konsultasi ke dokter anak di Rs La Palaloi,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Suhartina juga menyebutkan jika langkah yang dilakukan tahun ini memang sedikit lebih berat dan butuh kerja keras. Sebab, selain menangani kasus stunting pada tahun lalu, pihaknya juga berusaha mencegah kasus stunting tahun depan.

Baca Juga :  May Day: Antara Perjuangan Buruh dan Ironi Angka Pengangguran di Tengah Bonus Demografi

“Memang agak ribet, karena kita melakukan pengobatan dan pencegahan disaat yang bersamaan. Semoga segera Maros tidak lagi berada diurutan kedua tertinggi,” harapnya.

Beberapa penyebab stunting lanjut Suhartina, yakni menikah diusia mudah dan tidak terpenuhinya gizi ibu saat hamil.

“Salah satu inovasi yang kita temukan dan mulai kita kembangkan adalah selai kelor dan beras yang mengandung zat besi tinggi,” tuturnya.

Sementara itu, Suhra ibu dari anak pengidap kasus stunting mengaku, putra putrinya sama sekali belum pernah dibawa ke Rumah Sakit.

“Selama ini hanya diperiksa di puskesmas dan posyandu. Kalau kakaknya sudah sejak lahir ada kelainan, tetapi adinya baru tahu setelah dijelaskan ciri-ciri stunting,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan