News  

Irfan AB Serap Keluhan Warga soal Jalan, Irigasi, dan Listrik

Walai.id, MAROS – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Irfan AB, menggelar kegiatan Pengawasan APBD Provinsi Sulawesi Selatan di Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan pembangunan dan kebutuhan infrastruktur di wilayah mereka.

Irfan AB, yang juga menjabat Ketua Fraksi Harapan DPRD Sulsel, menerima sejumlah aspirasi warga, mulai dari perbaikan jalan, rehabilitasi irigasi, peningkatan akses pertanian, hingga persoalan jaringan listrik yang belum memadai.

Dalam pertemuan tersebut, Muhammad Arif, Sekretaris Desa Laiya sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Laiya, menyampaikan harapan agar rencana rehabilitasi irigasi yang sebelumnya dijadwalkan pada September–Oktober dapat segera direalisasikan. Ia juga berharap pelaksanaan pekerjaan dapat memberdayakan tenaga kerja lokal, termasuk tukang dan buruh dari desa setempat.

Selain irigasi, warga turut mengusulkan perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata air terjun agar potensi wisata desa dapat dikembangkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Aspirasi lainnya disampaikan Andi Dedi Setiadi terkait persoalan kelistrikan di sejumlah wilayah, termasuk Dusun Matajang dan sekitarnya. Warga mengeluhkan rendahnya kapasitas transformator atau trafo yang berdampak pada terbatasnya pasokan listrik.

Selama ini, masyarakat juga mengandalkan turbin sebagai salah satu sumber listrik. Namun, ketika musim kemarau tiba, pasokan listrik kerap terganggu sehingga menyebabkan lampu padam.

Persoalan infrastruktur jalan turut menjadi perhatian warga di Dusun Bonto Pano dan Bonto Manai. Masyarakat berharap jalan yang kondisinya kurang baik segera diperbaiki untuk memperlancar mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Warga Desa Laiya juga menyoroti sejumlah titik akses jalan yang menyulitkan pengangkutan hasil panen. Jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas pertanian, tetapi juga menjadi jalur yang dilalui siswa menuju sekolah.

Selain perbaikan jalan usaha tani, masyarakat meminta agar jembatan yang hanyut akibat banjir segera dibangun kembali. Warga juga mengharapkan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), khususnya mesin panen, untuk membantu kelompok tani meningkatkan efektivitas kegiatan pertanian.

Berbagai aspirasi tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat Desa Laiya terhadap peningkatan infrastruktur dasar, dukungan sektor pertanian, pengembangan potensi wisata, serta pemerataan akses listrik.

Melalui kegiatan pengawasan APBD ini, masyarakat berharap berbagai kebutuhan yang disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan, prioritas pembangunan, serta kemampuan anggaran yang tersedia.