News  

Airlangga Dorong Riset dan Inovasi Perkuat Daya Saing Industri Sawit

Walai.id, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya penguatan riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing serta nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

Hal itu disampaikan Airlangga saat menutup Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).

Menurut Airlangga, industri kelapa sawit memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional. Pada 2025, sektor ini berkontribusi sekitar 3,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), nilai ekspor produk sawit mencapai 30,87 miliar dolar AS dengan volume 38,84 juta ton, meningkat 11,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mengapresiasi BPDP yang secara konsisten menyelenggarakan PERISAI sebagai wadah mempertemukan peneliti, pemerintah, industri, dan investor. Airlangga juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang menghasilkan inovasi berbasis sawit dalam ajang riset tersebut.

Baca Juga :  Indonesia dan Australia Perkuat Implementasi IA-CEPA untuk Dorong Perdagangan dan Investasi

Airlangga mengatakan implementasi mandatori Biodiesel 50 (B50) sejak 1 Juli 2026 menjadi contoh sinergi antara riset, kebijakan, investasi, dan kapasitas industri dalam mendukung swasembada energi serta hilirisasi kelapa sawit.

Menurutnya, keberhasilan program B50 perlu menjadi pijakan untuk mengembangkan produk hilir bernilai tambah, seperti green dieselSustainable Aviation Fuel (SAF), dan bensin sawit guna memperluas investasi di sektor hilir.

Selain hilirisasi, Airlangga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas, penguasaan teknologi, serta penerapan tata kelola berkelanjutan agar industri sawit nasional semakin kompetitif.

Baca Juga :  Pemerintah Benahi Program MBG, Zulhas Minta Waktu Satu Bulan Rampungkan Evaluasi

Dalam PERISAI 2026, BPDP juga menggelar Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang diikuti peserta dari 40 perguruan tinggi. Setelah melalui proses seleksi, tiga karya terbaik memperoleh penghargaan.

Airlangga berharap hasil penelitian yang dihasilkan tidak berhenti di tingkat akademik, tetapi dapat diadopsi dan dikomersialisasikan oleh industri dengan tetap melindungi hak kekayaan intelektual para peneliti.

Selain sektor sawit, pemerintah juga mendorong percepatan program peremajaan tanaman kakao dan kelapa untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat serta kesejahteraan petani.

“Kegiatan ini harus terus diperkuat agar hasil riset memberi manfaat bagi perekonomian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperbesar nilai tambah komoditas perkebunan,” ujar Airlangga.