News  

Stimulus Transportasi Libur Sekolah Lampaui Target

Walai.id, JAKARTA – Pemerintah mencatat realisasi positif program diskon tarif transportasi yang menjadi bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026. Kebijakan yang diterapkan selama periode libur sekolah tersebut dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, mengatakan program insentif transportasi menunjukkan tingkat pemanfaatan yang tinggi sejak mulai diberlakukan pada akhir Juni lalu.

“Kebijakan insentif dan diskon transportasi ini dihadirkan untuk mendorong masyarakat agar lebih banyak bepergian selama periode libur sekolah, sehingga aktivitas ekonomi di berbagai daerah ikut bergerak,” ujar Haryo, Selasa (7/7).

Dalam paket stimulus tersebut, pemerintah memberikan diskon 30 persen tiket kereta api pada 20 Juni–5 Juli 2026, diskon 30 persen tarif dasar kapal Pelni pada 20 Juni–15 Agustus 2026, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni–5 Juli 2026, serta insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.

Baca Juga :  Prabowo dan PM Singapura Perkuat Kemitraan Strategis, Bahas Energi hingga Pertahanan

Program diskon kereta api menjadi stimulus dengan tingkat realisasi tertinggi. Hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.303.191 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau mencapai 110 persen dari target 1.174.624 penumpang.

Jumlah tersebut meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 1.152.581 penumpang. Program dengan realisasi anggaran Rp90,9 miliar itu mencakup 150 perjalanan kereta api reguler dan 26 perjalanan tambahan, dengan potongan harga 30 persen untuk layanan kereta ekonomi non-PSO dan nonperintis.

Sementara itu, program diskon tarif angkutan laut yang masih berlangsung hingga 15 Agustus 2026 telah dimanfaatkan oleh 481.503 penumpang atau sekitar 69 persen dari target 693.690 penumpang.

Hingga 6 Juli 2026, realisasi anggaran program tersebut mencapai Rp46,9 miliar. Pemerintah memperkirakan jumlah pengguna akan terus bertambah mengingat masa pemberian insentif masih berlangsung lebih dari satu bulan ke depan.

Baca Juga :  Prabowo: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

Adapun program insentif transportasi penyeberangan juga menunjukkan capaian yang mendekati target. Berdasarkan data boarding hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.088 penumpang telah memanfaatkan program tersebut atau mencapai 93,25 persen dari target 1.206.585 penumpang.

Jumlah tersebut terdiri atas 959.880 penumpang yang melakukan perjalanan menggunakan 360.141 kendaraan serta 165.208 penumpang pejalan kaki.

Dalam program ini, pemerintah memberikan pembebasan penuh tarif jasa kepelabuhanan yang setara dengan potongan sekitar 21,11 persen dari harga tiket penyeberangan. Insentif diberikan kepada penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan roda dua, serta kendaraan pribadi pada sejumlah lintasan yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry.

Pemerintah menilai capaian tersebut menunjukkan stimulus yang diberikan mampu dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat selama masa libur sekolah.

“Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan setiap program agar manfaatnya semakin luas dan tepat sasaran, sehingga mampu memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” kata Haryo.