News  

Menko Polkam: Pengabdian Prajurit Berakhir Saat Tembakan Salvo Berbunyi

WALAI.ID, PEMATANGSIANTAR – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa pengabdian seorang prajurit kepada bangsa dan negara berlangsung seumur hidup.

Pesan itu disampaikan Djamari saat memberikan pengarahan kepada ratusan siswa Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) TNI dan peserta Latihan Dasar (Latsar) Bela Negara Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Markas Rindam I/Bukit Barisan, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, pada Sabtu (4/7/2026).

“Sebagai prajurit kita berbakti kepada nusa dan bangsa seumur hidup kita. Kapan selesainya tentara berbakti? Saat tembakan salvo berbunyi. Tembakan salvo adalah tembakan kehormatan yang mengantarkan prajurit ke liang lahat. Itu tanda kita selesai mengabdi,” kata Djamari.

Dalam arahannya, ia meminta para siswa Dikmaba memanfaatkan masa pendidikan untuk membentuk karakter, disiplin, dan kemampuan terbaik sebagai prajurit.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan berlatihlah untuk menjadi prajurit andalan. Selamat belajar dan selamat berlatih,” ujarnya.

Baca Juga :  Kemenpar Dukung International Islamic Expo 2026, Perkuat Pariwisata Ramah Muslim

Selain memberikan pembekalan kepada siswa Dikmaba, Djamari juga menyampaikan pesan kepada peserta Latsar Bela Negara yang dipersiapkan menjadi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurutnya, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Koperasi Desa Merah Putih bertujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya dengan memudahkan warga desa mendapatkan kebutuhan mereka dengan harga yang murah. Untuk mengelola gerai itu, kalianlah yang akan ditempatkan di sana,” katanya.

Djamari mengapresiasi para peserta yang bersedia mengikuti pelatihan dan mengabdikan diri untuk mendukung program tersebut, meski harus meninggalkan keluarga selama menjalani pendidikan.

“Saya sangat menghargai kalian karena memahami untuk apa tugas ini dijalankan. Ini adalah bentuk pengabdian untuk memajukan bangsa. Kalian rela menyisihkan waktu, bahkan berpisah sementara dengan orang tua, suami, istri maupun anak. Itu bukan hal yang mudah,” ujarnya.

Baca Juga :  BPOM Dorong Hilirisasi Riset Kampus untuk Perkuat Daya Saing Obat dan Pangan Nasional

Ia juga mengingatkan para peserta agar menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan menjadikan kesempatan tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan karier serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Kerjakan semua ini dengan hati. Kalian mengabdi untuk kepentingan bangsa. Jangan setengah-setengah. Apa pun cita-cita kalian, jangan pernah meninggalkan ibadah karena Tuhanlah yang menentukan segala sesuatu,” pesannya.

Kunjungan tersebut juga menjadi momen nostalgia bagi Djamari yang pernah menjabat sebagai Komandan Rindam I/Bukit Barisan pada 1994.

“Saya datang ke sini sebetulnya ingin bernostalgia, melihat pohon-pohon masih ada, kantornya masih ada, foto saya juga masih ada sebagai mantan Danrindam. Selamat belajar, bangsa menunggu bakti kalian untuk negeri ini,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, Menko Polkam didampingi Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para deputi Kemenko Polkam, serta staf khusus Menko Polkam.