News  

Wakil Bupati Maros Buka Kejurda Arung Jeram Sulsel 2026

Walai.id, MAROS – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram Sulawesi Selatan Tahun 2026 resmi dibuka di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Kamis (7/5/2026).

Ajang olahraga prestasi yang diikuti berbagai kontingen dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet sekaligus sarana promosi potensi wisata alam Kabupaten Maros.

Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros.

Turut hadir Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Maros, Kepala Desa Pucak, pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sulawesi Selatan, FAJI Kabupaten Maros, serta panitia pelaksana kegiatan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros menyampaikan apresiasi kepada Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) dan seluruh pihak yang telah memilih Tompobulu sebagai lokasi pelaksanaan Kejurda Arung Jeram Tahun 2026.

Menurutnya, kejuaraan tersebut memiliki nilai strategis tidak hanya dalam pengembangan olahraga prestasi, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata alam Kabupaten Maros kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca Juga :  Wabup Maros Lepas Kontingen KTNA untuk Ikuti PENAS XVII di Gorontalo

“Kejurda ini adalah momentum besar bagi kita semua. Selain untuk menjaring bibit unggul atlet arung jeram yang akan membawa nama daerah di tingkat nasional, event ini juga menjadi etalase untuk menunjukkan bahwa Tompobulu memiliki potensi wisata olahraga atau sport tourism yang sangat layak diperhitungkan,” ujar Muetazim Mansyur.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Maros memiliki kekayaan alam yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis olahraga petualangan. Sungai-sungai yang mengalir di kawasan Tompobulu dinilai memiliki karakteristik yang mendukung penyelenggaraan berbagai event arung jeram tingkat regional maupun nasional.

Kejurda Arung Jeram Sulawesi Selatan 2026 diselenggarakan selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Mei 2026, dengan memanfaatkan aliran sungai di Kecamatan Tompobulu sebagai arena utama perlombaan. Kompetisi ini menguji kemampuan teknis para atlet dalam menavigasi jeram, menjaga kekompakan tim, serta menerapkan strategi terbaik untuk menyelesaikan lintasan yang menantang.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional maupun internasional. Para peserta yang bertanding berasal dari berbagai daerah dan membawa semangat sportivitas serta persaingan yang sehat dalam setiap kategori perlombaan.

Baca Juga :  Bakar Baju PDH Sebagai Protes: Ketua KNPI Wajo Bongkar Intervensi Terselubung di Internal KNPI Makassar

Pemerintah Kabupaten Maros menilai penyelenggaraan Kejurda ini memiliki dampak positif yang lebih luas, terutama bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat. Kehadiran atlet, official, panitia, dan pengunjung dari berbagai daerah diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penyedia jasa wisata, hingga sektor kuliner dan penginapan di sekitar lokasi kegiatan.

Kecamatan Tompobulu sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata alam unggulan di Kabupaten Maros. Keindahan bentang alam, udara sejuk, serta aliran sungai yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai aktivitas petualangan dan wisata berbasis alam.

Panitia pelaksana menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah disiapkan dengan mengedepankan standar keselamatan yang ketat. Selain itu, peserta dan pengunjung juga diimbau untuk menjaga kelestarian lingkungan sungai sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pengembangan wisata berkelanjutan.