Walai.id, MAROS – Aura sportivitas dan semangat pelestarian budaya tradisional mewarnai pelaksanaan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Kabupaten Maros Tahun 2026 yang resmi digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Sabtu (2/5/2026).
Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi para pesilat terbaik dari berbagai kecamatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperebutkan kesempatan mewakili daerah pada kompetisi yang lebih tinggi.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Maros tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan insan olahraga. Sebanyak 318 atlet ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan kategori pelajar dan dewasa. Para peserta berasal dari berbagai perguruan dan klub pencak silat yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Maros.
Selain menjadi ajang kompetisi, Kejurkab Pencak Silat 2026 juga menjadi sarana pembinaan dan evaluasi bagi atlet-atlet muda yang selama ini menjalani latihan di masing-masing perguruan. Para juara nantinya diharapkan mampu menjadi representasi terbaik Kabupaten Maros dalam berbagai kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Maros. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Maros Dr.H.A.S Chaidir, Syam, S.IP., M.H, Dandim 1422 Maros, Kapolres Maros, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros, Kepala UPTD Cabang Dinas Wilayah I Provinsi Sulawesi Selatan, pengurus IPSI Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua IGORNAS Maros, hingga Direktur Utama PDAM Maros.
Ketua Panitia Kejurkab Pencak Silat Maros 2026, Syahril, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kejuaraan ini memiliki peran penting dalam menjaring atlet-atlet potensial yang dapat dibina secara berkelanjutan untuk meningkatkan prestasi olahraga pencak silat di Kabupaten Maros.
“Saya pribadi merasa sangat bersyukur dapat menjadi salah satu pelopor dalam kegiatan Kejurkab ini. Tujuan utama kita adalah menjaring, menyaring, dan mendapatkan potensi bibit-bibit unggul pesilat terbaik daerah yang nantinya dapat mengharumkan nama Maros di kancah yang lebih tinggi,” ujarnya.
Bupati Maros Chaidir Syam menjelaskan bahwa pencak silat tidak hanya merupakan cabang olahraga prestasi, tetapi juga bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu terus dilestarikan. Karena itu, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan olahraga tradisional tersebut sekaligus mencetak generasi atlet yang berprestasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bersama IPSI Maros untuk menjadikan Kejurkab sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kompetisi akan memberikan ruang bagi atlet untuk mengukur perkembangan kemampuan mereka sekaligus menjadi motivasi dalam meningkatkan kualitas latihan.
“Kami ingin agar kegiatan seperti ini, baik dalam bentuk Kejurkab maupun Open Turnamen, akan selalu digelar tiap tahun. Dengan keberlanjutan event, kita bisa melihat output atau hasil nyata dari proses latihan panjang yang dijalani oleh para atlet pesilat kita di Kabupaten Maros,” tambahnya.
Tingginya partisipasi atlet dalam Kejurkab tahun ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga pencak silat terus berkembang. Semangat para peserta yang bertanding di atas gelanggang menjadi bukti bahwa proses regenerasi atlet di Kabupaten Maros berjalan dengan baik dan memiliki potensi besar untuk menghasilkan pesilat-pesilat berprestasi di masa mendatang.
Selain memperebutkan gelar juara, para atlet juga bersaing untuk meraih total hadiah sebesar Rp10 juta yang telah disiapkan panitia. Namun lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persaudaraan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa yang terkandung dalam nilai-nilai pencak silat.
Melalui pelaksanaan Kejurkab Pencak Silat 2026, Kabupaten Maros diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berkualitas yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga menjadi duta olahraga dan budaya daerah di tingkat yang lebih tinggi. Kejuaraan ini sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.