Walai.id, MAROS — Andi Muhammad Irfan AB menggelar reses di Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Senin (16/02/2026).
Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan kawasan wisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan itu dihadiri Camat Bantimurung Iskandar Asegaf, Lurah Leang-Leang, Datu, serta tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda setempat.
Salah satu aspirasi utama warga adalah dorongan agar pemerintah menghadirkan fasilitas pendukung kegiatan budaya berskala besar, seperti Gau Maraja yang menjadi identitas masyarakat. Warga berharap sarana dan prasarana yang memadai dapat menunjang pelaksanaan event berskala nasional hingga internasional secara lebih tertata dan berkelanjutan.
Selain penguatan sektor budaya, masyarakat juga meminta adanya pelatihan dan bantuan permodalan bagi pelaku UMKM, khususnya usaha suvenir dan kuliner khas, termasuk pengelola wisma dan destinasi wisata penunjang kawasan Leang-Leang.
Kawasan Taman Prasejarah Leang-Leang dikenal sebagai salah satu situs prasejarah penting di Indonesia, dengan keberadaan lukisan gua purba yang memiliki nilai warisan budaya dunia. Dalam dialog reses, isu pelestarian serta penguatan status kawasan sebagai warisan nasional hingga dunia turut menjadi perhatian.
Dari sektor pertanian, Ketua Kelompok Tani Sarifuding mengusulkan bantuan mesin kombain guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi panen petani di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Andi Muhammad Irfan AB menyatakan komitmennya untuk mendorong sinergi antara pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, serta penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Ia menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Leang-Leang perlu ditopang fasilitas memadai, dukungan UMKM, dan perhatian terhadap sektor pertanian agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Kegiatan reses berlangsung dialogis, dengan harapan seluruh aspirasi yang disampaikan dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah ke depan.