News  

Dekan Farmasi UMI Jadi Narasumber di BBSPJIHPMM Makassar

Walai.id, Makassar – Sehari setelah dilantik sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. apt. Aktsar Roskiana Ahmad, Ph.D, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri melalui Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim (BBSPJIHPMM), pada Selasa (20/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BBSPJIHPMM, Jalan Prof. Dr. H. Abdurrahman Basalamah No. 28, Makassar, tersebut mengangkat tema Teknologi Penyulingan Minyak Pala dan Standar Mutu Produk Turunan untuk Daya Saing UMKM. Peserta kegiatan merupakan 30 pelaku UMKM pengolah pala yang berasal dari Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat.

Baca Juga :  Andi Muhammad Irfan AB Kunjungi Korban Bencana Puting Beliung di Maros Baru

Dalam pemaparannya, Prof. Aktsar membawakan materi berjudul Teknologi Penyulingan Minyak Pala dan Standar Mutu Produknya. Ia menekankan pentingnya hilirisasi produk melalui pemanfaatan teknologi tepat guna guna meningkatkan mutu dan daya saing produk UMKM berbasis sumber daya lokal.

Menurutnya, pala (Myristica fragrans Houtt.) merupakan salah satu komoditas rempah unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama karena kandungan minyak atsirinya. Minyak pala banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi, kosmetik, pangan, serta aromaterapi. Meningkatnya permintaan global terhadap minyak atsiri berkualitas menuntut penguasaan teknologi penyulingan yang tepat dan penerapan standar mutu produk secara konsisten.

Baca Juga :  Haul Abah Guru Sekumpul Digelar di Langgar Al-Khidir Maros

Ia juga menjelaskan bahwa minyak pala termasuk dalam kelompok minyak atsiri, yaitu senyawa volatil yang diperoleh melalui proses penyulingan, khususnya dari biji pala kering. Aroma khas minyak pala berasal dari kandungan senyawa terpenoid dan fenilpropanoid. Prof. Aktsar menegaskan pentingnya membedakan minyak pala (essential oil) dengan lemak pala (nutmeg butter), yang memiliki karakteristik dan metode perolehan berbeda.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Aktsar juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, sektor swasta, dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.