News  

DPRD Maros Setujui Ajuan Pinjaman Pemda Rp. 110 M

Walai.id, Maros – Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Maros menyetujui ajuan pinjaman Pemerintah Daerah ke PT Sarana Multi Infrastruktur(Persero) sebesar Rp 110 M.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Paripurna yang di pimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Maros, Andi Patarai Amir di Ruang utama DPRD, Rabu, 16 November 2022.

Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan, dana yang diajukan ke DPRD awalnya sebesar Rp 206 M untuk tiga pembangunan infrastruktur. Yakni pembangunan Rumah Sakit Pratama Maros tipe D, Pasar Sentral Turikale dan jembatan Labuang.

Namun yang disetujui oleh DPRD hanya dua, yakni pembangunan RS dan pasar

“Pembangunan fisik rumah sakit sekitar Rp50 M, alat kesehatannya Rp20 M. Sedangkan untuk pembangunan pasar sentral Turikale Rp47 M,” hitungnya.

Baca Juga :  Irfan AB Dorong Modernisasi Pengelolaan Pondok Pesantren

Dana sebesar Rp110 M akan dibayar selama lima tahun dengan bunga 7,8 persen dan akan dialokasikan ke APBD 2023.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Maros itu mengatakan langkah tersebut merupakan opsi kedua. Dimana sebelumnya pihaknya telah meminta bantuan ke Kemenkes.

“Tapi syarat dari Kemenkes untuk rumah sakit tipe D hanya untuk  daerah yang tertinggal atau terjauh, seperti yang berada di pulau, dan kita tidak termasuk kedalamnya, jadi bukan skala prioritas,” jelasnya.

Bahkan untuk pembangunan Pasar Sentral Turikale pihaknya telah meminta bantuan ke Kementrian Perdagangan namun untuk hanya dapat membantu sebesar Rp 4 M.

Chaidir menegaskan pinjaman tersebut masih bersifat usulan.

Baca Juga :  Target Kursi Pileg Terpenuhi, PAN Maros Otw Ketua DPRD

“Karena masih masih harus dinilai Kementrian Keuangan, Kemendagri dan PT SMI itu sendiri,” imbuhnya.

Menurutnya ini adalah salah satu cara yang bisa ditempuh Pemda agar mempercepat proses pembangun yang diinginkan.

“Dua bangunan ini bakalan masuk juga ke PAD, namun bukan itu tujuan utama kita, yang utama kita harus tingkatkan pelayanan ke masyarakat,” bebernya.

Sebab kata dia, kerap terjadi banyak pasien yang berasal dari kecamatan Cenrana, Camba, dan Mallawa yang tidak bisa tertolong.

“Beberapa kali ada kejadian pasien terlambat di rujuk kerumah sakit La Palaloi, dan terlambat tertangani karena macet berjam-jam di Hutan Karaenta,” ucapnya.

Dengan adanya pinjaman ini proyeksi PAD tahun depan akan ditingkatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *