News  

Kesalahan Cetak pada Al-Qur’an Al-Kahfi Ayat 8: Penjelasan Kementerian Agama

Walai.id, Nasional – Kesalahan cetak pada lembaran mushaf Al-Qur’an yang diterbitkan oleh Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) kembali menjadi sorotan di media sosial, Senin 14/08/2023.

Kesalahan tersebut terjadi pada ayat 8 dari surat Al-Kahfi, di mana kata “lajaa’iluuna” tertulis sebagai “lajaahiluuna”.

Foto lembaran Al-Qur’an tersebut beredar di media sosial, menampilkan halaman 294 Al-Qur’an dengan tanda panah biru yang menunjuk kata “lajaahiluuna” pada ayat 8 surat Al-Kahfi. Beberapa bagian lembaran juga menunjukkan citra bayangan dan lipatan.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Ahmad Fauzin menjelaskan bahwa foto yang sama telah beredar sebanyak empat kali. Foto tersebut pertama kali beredar pada April 2022, lalu menjadi viral lagi pada Oktober 2022. Kemudian, pada Desember 2022 dan baru-baru ini, foto yang sama beredar lagi dengan berbagai keterangan.

Baca Juga :  Industri Mesin Lokal Melejit! Kemenperin Godok Insentif Bebas Bea Masuk

“Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama telah memberikan penjelasan sejak kali pertama foto ini beredar pada April 2022,” terang Ahmad Fauzin di Jakarta (13/8).

Menkopolhukkam juga memposting foto tersebut di media sosial, menyarankan agar kesalahan ini segera dicek dan jika terbukti, Kementerian Agama perlu menariknya dari peredaran.

Baca Juga :  Pemerintah Gulirkan Kredit Rp20 Triliun untuk Industri Padat Karya di 2025

Ahmad Fauzin menjelaskan bahwa Badan Wakaf Al-Qur’an memesan mushaf Al-Qur’an yang mengandung kesalahan cetak ayat 8 surat Al-Kahfi kepada penerbit Mulia Abadi Bekasi. Mushaf tersebut tidak melewati proses pentashihan di LPMQ. Peraturan Menteri Agama Nomor 44 Tahun 2016 menyatakan bahwa LPMQ telah memberikan teguran dan peringatan sejak April 2022 serta memerintahkan untuk menarik dan melarang penyebaran mushaf tersebut.

Masyarakat yang menemukan mushaf Al-Qur’an dengan kesalahan tersebut diharapkan melaporkannya kepada LPMQ dan menghubungi penerbit Mulia Abadi untuk mendapatkan penggantian dengan mushaf yang benar.

Tinggalkan Balasan