Walai.id, Yogyakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, membuka KTT Perdamaian dan Keamanan Perempuan ASEAN di Yogyakarta, pada Kamis 06/07/2023.
KTT ini bertujuan untuk memajukan peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan.
Menteri PPPA menegaskan pentingnya melibatkan perempuan dalam agenda perdamaian dan keamanan, karena mereka sering menjadi korban kekerasan gender saat terjadi konflik.
“Konflik memiliki efek buruk yang mendalam dan seringkali tidak proporsional pada perempuan dan anak perempuan. Mereka lebih rentan terhadap Kekerasan Berbasis Gender yang diperparah oleh konflik. Ketika sumber daya langka, mereka juga menjadi kelompok pertama yang kelaparan, dikeluarkan dari sekolah, dan terluka tanpa perawatan kesehatan yang layak,” tutur Menteri PPPA.
Menteri PPPA menjelaskan bahwa perempuan memiliki kekuatan sebagai aktivis perdamaian dan negosiator yang baik.
Mereka mampu membangun rekonsiliasi dan menghadapi konflik dengan sensitivitas yang khas. Perempuan membawa perspektif, pengalaman, dan keterampilan unik, serta fokus pada penyembuhan dan rekonsiliasi komunitas.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah aktif dalam melindungi perempuan dalam konflik dengan mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN-P3AKS). RAN-P3AKS ini mendorong perempuan untuk terlibat dalam pencegahan konflik sosial.
Dalam KTT ini, Pemerintah Indonesia menekankan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perempuan dan anak perempuan dalam berkontribusi dalam pencegahan konflik, negosiasi perdamaian, dan rekonstruksi pasca-konflik. Mereka ingin melindungi perempuan dan anak perempuan dari dampak buruk konflik.
Menteri PPPA berharap agar semua peserta KTT dapat memperkuat komitmen dan bekerja sama untuk memajukan peran perempuan dalam perdamaian dan keamanan.
Bersama-sama, mereka ingin mengubah pola pikir, menantang norma-norma yang ada, dan menciptakan masa depan di mana partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam perdamaian dan keamanan menjadi hal yang umum.