News  

Bupati Maros Tutup Kejurda Arung Jeram 2026, Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi dan Promosi Wisata Tompobulu

Walai.id, MAROS – Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., resmi menutup pelaksanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.

Penutupan kegiatan yang digelar pada Sabtu (10/5/2026) berlangsung meriah dan dihadiri oleh Kapolres Maros, jajaran pemerintah daerah, pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), para atlet, official, serta masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Maros bersama unsur Forkopimda menyerahkan langsung trofi dan hadiah kepada para juara dari berbagai kategori perlombaan yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi puncak dari rangkaian kompetisi yang mempertemukan atlet-atlet arung jeram terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya, Chaidir Syam menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, dan pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Kejurda Arung Jeram di Kecamatan Tompobulu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda dalam bidang olahraga petualangan yang memiliki potensi besar untuk berkembang di Kabupaten Maros.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan atas selesainya pelaksanaan Kejurda Arung Jeram di Tompobulu. Semoga prestasi yang diraih para atlet menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Chaidir Syam.

Baca Juga :  Pemkab Maros Genjot Budidaya Ayam Alope

Ia menilai kejuaraan tersebut memiliki peran strategis dalam menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Maros maupun Sulawesi Selatan pada berbagai ajang olahraga tingkat regional, nasional, hingga internasional. Melalui kompetisi yang berkelanjutan, proses pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.

Menurut Chaidir, Kabupaten Maros memiliki potensi alam yang sangat mendukung pengembangan olahraga arung jeram. Sungai-sungai yang berada di kawasan Tompobulu dinilai memiliki karakteristik yang sesuai untuk pelaksanaan kejuaraan sekaligus sebagai lokasi latihan bagi para atlet.

Selain aspek olahraga, Bupati Maros juga menyoroti dampak positif kejuaraan tersebut terhadap sektor pariwisata daerah. Keindahan alam Tompobulu yang menjadi lokasi perlombaan dinilai mampu menarik perhatian peserta dan pengunjung dari berbagai daerah, sehingga menjadi sarana promosi yang efektif bagi potensi wisata Kabupaten Maros.

“Melalui event ini, kita tidak hanya menjaring bibit atlet potensial, tetapi juga semakin memperkenalkan pesona alam Tompobulu sebagai destinasi wisata petualangan unggulan di Kabupaten Maros,” katanya.

Kawasan Tompobulu selama ini dikenal memiliki panorama alam yang masih asri, aliran sungai yang menantang, serta lingkungan pegunungan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan pencinta aktivitas alam terbuka. Potensi tersebut dinilai sangat cocok untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism yang mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  PENAS XVII Buka Peluang Investasi 53 Miliar untuk Jagung Maros

Chaidir juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan alam yang menjadi aset berharga daerah. Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata petualangan harus sejalan dengan upaya pelestarian alam agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

“Mari bersama kita jaga alam kita dan dukung terus pemuda-pemudi Maros untuk terus berprestasi,” tutupnya.

Kejurda Arung Jeram Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Tompobulu mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat. Selain menyajikan persaingan olahraga yang kompetitif, kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi antara pembinaan olahraga dan pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Maros berharap kejuaraan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi olahraga sekaligus memperkuat posisi Maros sebagai salah satu destinasi wisata petualangan unggulan di Sulawesi Selatan. Dengan dukungan berbagai pihak, Tompobulu diharapkan semakin dikenal luas sebagai kawasan yang mampu menggabungkan keindahan alam, olahraga ekstrem, dan potensi ekonomi masyarakat dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.