News  

Kemenparekraf Memfasilitasi Pertemuan antara Pelaku Ekonomi Kreatif dan Industri Pariwisata

Walai.id, Surakarta – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surakarta dan Kadin Surakarta, menggelar “Temu Bisnis Kemitraan Nasional Rantai Pasok (KENAROK)” dengan tujuan mempertemukan pelaku ekonomi kreatif (UMKM) dan industri pariwisata di Kota Surakarta untuk memperkuat rantai pasok industri pariwisata, Selasa 4/6/2024.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, hadir dalam acara KENAROK pada Minggu (2/64), menyatakan harapannya bahwa kegiatan ini akan memperkenalkan produk-produk UMKM dari pelaku ekonomi kreatif serta membangun kerja sama yang berkelanjutan antara UMKM dan industri.

Acara yang berlangsung di Pendopo Balaikota Surakarta pada 31 Mei hingga 2 Juni 2024 memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan pemangku kepentingan industri pariwisata, mendapatkan wawasan tentang kebutuhan pasar, serta memperluas jaringan.

Partisipan diajak untuk saling belajar, berkolaborasi, dan berinovasi dengan harapan dapat menciptakan produk dan layanan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomis tetapi juga daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  RUU PBJ Publik: Langkah Menuju Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengadaan Barang/Jasa

“Kita harus mampu mengelola permintaan dan memperkuat rantai pasok ini untuk menggerakkan ekonomi kita, mengingat UMKM menyumbang 97 persen lapangan kerja,” kata Menparekraf Sandiaga.

KENAROK di Surakarta diikuti oleh 50 pelaku UMKM di bidang kuliner, kerajinan, fashion, dan pertunjukan yang bertemu dengan 150 pelaku industri pariwisata dan perusahaan besar di Solo Raya, termasuk asosiasi pariwisata, agen perjalanan, BUMN, hotel, restoran, kafe, dan lainnya.

Pelaku UMKM mendapatkan akses pasar yang lebih luas, kesempatan untuk meningkatkan kapasitas produksi, dan potensi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan sesuai dengan standar industri pariwisata yang kompetitif.

“Kami bersyukur bahwa hampir 70 kemitraan terjalin antara pelaku ekonomi kreatif dengan industri,” tambah Sandiaga.

Baca Juga :  Ini Dua Delegasi Wakili Sulawesi Selatan Dalam Program PPAP 2024

Penguatan rantai pasok ini diharapkan dapat memperkuat branding Solo sebagai kota budaya, terutama setelah Kota Solo ditetapkan sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network.

Kemenparekraf akan terus mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Solo, termasuk Solo Raya, dengan upaya seperti mendirikan Politeknik Pariwisata di Politeknik Pariwisata Solo Raya di Sragen.

“Rantai pasok tidak akan mampu berfungsi optimal tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, oleh karena itu kami hadirkan Poltekpar sehingga nantinya industri pariwisata dapat memiliki sumber daya manusia yang kompeten. Posisi pariwisata Indonesia hampir tembus 20 besar dunia, dan ekonomi kreatif kita juga menempati posisi ketiga, sehingga sumber daya manusia ini sangat penting,” ungkap Menparekraf Sandiaga.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, Deputi Bidang Manajemen Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Rizki Handayani, Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Syaifullah, serta Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Agustin Peranginangin.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *