News  

Pengoptimalan Program P3DN untuk Mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045

Walai.id, Denpasar – Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pelaksanaan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) sebagai bagian dari upaya menuju visi Indonesia Emas 2045. 

Hal ini diungkapkan dalam Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri: Kemandirian Produk Dalam Negeri Menuju Indonesia Emas yang diselenggarakan di Denpasar, Bali, pada Selasa (5/3/2024).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan bahwa belanja produk dalam negeri memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sebesar 0,68 persen terhadap PDB dan penyerapan tenaga kerja mencapai 1,82 juta orang pada tahun 2023. 

Dengan terus meningkatkan performa ini, Indonesia diyakini dapat mencapai Indonesia Maju pada tahun 2045.

Menurut Luhut, aksi afirmasi belanja produk dalam negeri selama dua tahun terakhir telah berjalan dengan baik dan patut diapresiasi. 

Baca Juga :  Makassar Government Center (MGC) Siap Beroperasi pada Juli

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menambahkan bahwa business matching telah menjadi kegiatan rutin setiap tahun, dengan nilai kontrak yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dalam business matching tahun 2024 di Bali, Kementerian Perindustrian menargetkan nilai komitmen yang akan terealisasi mencapai di atas Rp200 triliun, dengan harapan realisasi belanja produk dalam negeri mencapai minimal Rp250 triliun hingga akhir triwulan I tahun 2024. 

Agus optimistis bahwa target tersebut dapat tercapai mengingat potensi belanja barang dan modal yang besar di APBN dan APBD tahun 2024.

Untuk meningkatkan penyerapan Produk Dalam Negeri (PDN), Kemenperin telah mengambil lima langkah strategis, termasuk menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Perindustrian No. 46/2022 tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen dalam Negeri untuk Industri Kecil. 

Baca Juga :  Polri Himbau Masyarakat untuk Berkendara Aman dalam Arus Balik Lebaran

Selain itu, penambahan jumlah surveyor dan penyesuaian cara menghitung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga dilakukan.

Pada Business Matching tahun ini, lima sektor menjadi fokus utama, yaitu konstruksi, alat pertahanan dan keamanan, transportasi, pertanian dan perkebunan, serta farmasi dan alat kesehatan. 

Acara ini merupakan one-stop event yang terdiri dari berbagai kegiatan, termasuk desk business matching, pemberian Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri Tahun 2024, pameran produk dalam negeri, seminar talkshow, dan coaching clinic.

Dengan terus mengoptimalkan program P3DN dan melaksanakan business matching secara berkala, Indonesia berharap dapat memperkuat daya saing industri dalam negeri dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sebagai negara yang maju dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *