News  

Nezar Patria Tekankan Komunikasi Publik Strategis Atasi Gangguan Informasi

Walai.id, Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria menekankan pentingnya komunikasi publik yang strategis dalam mengatasi gangguan informasi akibat penyebaran informasi palsu, misinformasi, dan disinformasi yang semakin meningkat dengan adanya perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan media digital.

Nezar Patria menjelaskan bahwa masyarakat yang terinformasi dengan baik sangat penting untuk stabilitas demokrasi, dan merupakan tanggung jawab semua pihak untuk memastikan validitas informasi sebelum membagikannya di platform digital. 

Hal ini disampaikannya saat membuka International Strategic Communication Workshop Series di Jakarta Pusat pada Selasa (05/03/2024).

Baca Juga :  Butuh 4 Juta Talenta, Menteri Budi Arie Ajak Industri Cetak Ahli Keamanan Siber

Dalam penanganan kekacauan informasi, Nezar Patria menekankan arti pentingnya komunikasi secara strategis. 

“Tidak semua misinformasi atau disinformasi harus direspons. Karenanya, penting untuk berkomunikasi secara strategis,” ujarnya.

Pemerintah Inggris telah menerapkan kerangka kerja komunikasi RESIST yang menekankan pengukuran efektivitas komunikasi strategis. 

Kerangka kerja ini mencakup enam langkah, seperti mengenali misinformasi dan disinformasi, peringatan dini, pemahaman situasi, analisis dampak, komunikasi strategis, dan efektivitas penanganan.

Baca Juga :  Presiden Tawarkan Apple Investasi Smart City di Ibu Kota Nusantara

Wamenkominfo menyatakan bahwa kerangka komunikasi strategis tersebut dapat diadopsi oleh Indonesia untuk menangani misinformasi dan disinformasi. 

Nezar Patria berharap untuk menerapkan pendekatan serupa di Indonesia, terinspirasi oleh strategi yang diperkenalkan oleh Pemerintah Inggris, dan menjadikan lokakarya ini sebagai langkah pertama penerapannya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Duta Besar Kepala Misi Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Matthew Downing, serta Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *