News  

Menteri Budi Arie: Pengaturan Publisher Rights Wujud Keberpihakan Pemerintah

Walai.id, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa kebijakan afirmatif dalam pengaturan Publisher Rights merupakan bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap industri pers nasional.

Regulasi ini, yang diharapkan akan segera disahkan dalam bentuk Peraturan Presiden, bertujuan untuk memberikan kesempatan yang setara bagi pelaku industri pers lokal dengan perusahaan platform digital.

Dalam sebuah Konvensi Nasional Media Massa dengan tema “Pers Mewujudkan Demokrasi di Era Digital” di Hotel Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, pada Senin (19/02/2024).

Menteri Budi Arie menjelaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan bahwa industri pers tidak tergerus oleh dampak disrupsi digital.

Baca Juga :  Butuh 4 Juta Talenta, Menteri Budi Arie Ajak Industri Cetak Ahli Keamanan Siber

“Regulasi ini sangat diperlukan agar industri pers dapat tetap berkelanjutan dan tidak tergerus oleh dinamika digital yang semakin cepat. Kita telah menyiapkan Rancangan Perpres mengenai Publisher Rights serta beberapa penyesuaian dalam Undang-Undang ITE,” ungkapnya.

Menurut Menteri Budi Arie, regulasi mengenai publisher rights ini akan segera disahkan dalam waktu dekat oleh Presiden Republik Indonesia.

Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan masa transisi selama enam bulan setelah pengesahan regulasi untuk membentuk komite dan merancang proses bisnis yang akan dijalankan.

Baca Juga :  Menteri Budi Arie Mengajak Terapkan Filosofi Sunan Kalijaga di Kementerian Kominfo

“Saya sadar bahwa masa transisi enam bulan bukanlah waktu yang panjang, oleh karena itu, kita perlu bekerja dengan cepat dan tepat dalam mengimplementasikan regulasi ini,” tambahnya.

Menteri Budi Arie juga mendorong agar penerapan regulasi publisher rights diikuti dengan langkah-langkah inovatif dari industri pers nasional.

Dia optimis bahwa upaya ini akan memberikan sentimen positif terhadap masa depan industri pers, menciptakan lingkungan yang dinamis, adaptif, dan berkelanjutan.

“Dengan semangat ini, saya yakin bahwa industri pers akan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan optimisme, keberanian, dan kualitas yang lebih baik,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *