News  

Semakin Kompak, KPU Maros Ngopi Bersama Media Bahas Pemilu 2024

Walai.id, Maros – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maeos Maros kembali menggelar acara Ngopi (Ngobrol Pemilu) bersama media, membahas tema “Peran Media Dalam Menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024.” Acara ini digelar di RM Amory Maros pada Rabu, 17 Januari 2024.

Hadir dalam kegiatan ini komisioner KPU Kabupaten Maros, Jumaedi, Nurul dan Salman, bersama dengan perwakilan divisi teknis dan divisi Permas KPU Kabupaten Maros. 

Dalam suasana yang penuh kebersamaan, mereka mendiskusikan persiapan menjelang Pemilu yang tinggal 27 hari lagi, akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang.

Jumaedi menyampaikan bahwa logistik untuk Pemilu akan mulai disalurkan pada tanggal 10 Februari 2024, dengan pendistribusian yang mengutamakan wilayah yang jauh dan yang terakhir didistribusikan daerah rawan bencana. 

Baca Juga :  Presiden Jokowi Resmi Tandatangani Perpres Publisher Rights

“Jika terjadi kondisi luar biasa seperti banjir, pemungutan suara akan ditunda dan dilakukan pemungutan suara susulan”, Papar Jumaedi Ketua KPU Maros.

Selain itu, terkait pelaporan dana kampanye, Salman mengungkapkan bahwa hanya 17 partai yang telah melaporkan dana awal kampanye, sementara 1 partai tidak melapor dan akan dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilu.

Salman, dari divisi teknis, menjelaskan bahwa akan dilakukan bimbingan teknis untuk Panitia Pemilihan Suara (PPS) sebagai garda terdepan dalam pemilihan suara. 

Baca Juga :  Presiden Jokowi Meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat Kota Makassar

“Bimbingan teknis ini akan dilakukan pada tanggal 25-27 Januari di kantor desa dan kelurahan masing-masing”, Kata Salman.

Nurul dari divisi parmas menekankan peran penting media sebagai kontrol dan penyampai edukasi kepada masyarakat terkait pemilu. 

KPU berharap media dapat mensosialisasikan kegiatan mereka, dan menjaga hubungan baik agar informasi dapat terverifikasi secara langsung.

Terakhir, Nurul menyampaikan bahwa DPT yang pindah harus dilaporkan hingga tanggal 7 Februari, data sementara susah sekitar 1000 DPT masuk dan keluar, didominasi terkait alasan pindah domisili atau pindah kerja. 

Nurul juga menyebutkan sekitar 1000 kertas suara rusak sebagai persoalan wajar yang muncul dari percetakan saat proses sortir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *