News  

Ekonomi Indonesia Tetap Solid, Pemerintah Bidik Pertumbuhan 6 Persen pada 2027

WALAI.ID, JAKARTA – Pemerintah optimistis meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 6 persen pada 2027 di tengah tantangan geopolitik, proteksionisme, dan volatilitas pasar keuangan global. Penguatan investasi, hilirisasi industri, produktivitas, dan ekspor bernilai tambah menjadi strategi utama untuk mencapai target tersebut.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menyampaikan hal itu dalam acara Permata Bank Wealth Wisdom 2026 bertema Leading with Integrity and Purpose di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Ia menjelaskan, fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45 persen pada Semester I-2026, sementara inflasi September tercatat 3,28 persen. Investasi sepanjang Januari–September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau tumbuh 7,3 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Airlangga: Pemerintah Pacu Ekspor Manufaktur dan Jaga Stabilitas Ekonomi hingga Akhir Tahun

Indikator industri dan ketenagakerjaan juga menunjukkan perkembangan positif. Indeks PMI Manufaktur meningkat menjadi 52,4, menandakan ekspansi sektor manufaktur. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 4,65 persen, sedangkan rasio Gini berada di angka 0,368.

Di sektor keuangan, penyaluran kredit perbankan tumbuh 13,65 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 10,94 persen, rasio kecukupan modal mencapai 24,10 persen, dan kredit bermasalah (NPL) terjaga pada 2,11 persen per Agustus 2026.

Baca Juga :  Perdagangan RI-AS Tumbuh 11,82 Persen, Investasi Capai USD3,4 Miliar

Dradjad menambahkan, pemerintah juga mendorong 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun yang diproyeksikan menciptakan sekitar 37.833 lapangan kerja. Program tersebut diharapkan memperkuat nilai tambah industri dan membuka peluang ekonomi baru.

Untuk mempercepat investasi, pemerintah memperkuat kepastian berusaha melalui PP Nomor 28 Tahun 2025, penyederhanaan perizinan berbasis risiko, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menyelesaikan hambatan investasi. Pemerintah menargetkan strategi tersebut menjadi landasan menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam jangka menengah.