WALAI.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) mendorong pelaku UMKM memanfaatkan pengelolaan limbah sebagai peluang dalam pengembangan ekonomi sirkular.
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional mencatat timbulan sampah pada 2025 mencapai 24,8 juta ton per tahun dari 244 kabupaten/kota, dengan sekitar 65 persen belum terkelola secara layak.
Hal tersebut dibahas dalam Sustainable Talk bertema “Waste Management: Pengolahan Limbah Ramah Lingkungan dan Bernilai Tambah” yang merupakan rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di JICC, Jakarta, pada Minggu (23/8/2026).
Deputi Gubernur BI Ricky Perdana Gozali mengatakan pengelolaan limbah perlu bergeser dari pola “ambil–olah–buang” menuju ekonomi sirkular. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuka rantai nilai dan peluang usaha baru bagi UMKM.
BI mendorong UMKM melalui Pedoman Model Bisnis UMKM Berkelanjutan, fasilitasi pengolahan limbah, serta kompetisi PERWIRA INTAN. Pada 2026, kompetisi tersebut diikuti 1.950 peserta, dengan 200 proposal terbaik akan mendapat pembekalan dan pendampingan.
Pemprov DKI Jakarta turut mendorong pemilahan sampah dari sumbernya melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 yang membagi sampah menjadi empat kategori, yakni organik, anorganik, B3, dan residu.
BI menilai kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekonomi sirkular yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.