Walai.id, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros meluncurkan Gerakan Aksi Donasi Buku dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei. Peluncuran gerakan tersebut ditandai dengan penandatanganan piagam oleh Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., yang kemudian diserahkan kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros serta Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Maros.
Peluncuran program berlangsung di sela pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (18/5/2026).
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1422 Maros, Letkol Arm Agung Yuhono, S.E., selaku pembina upacara dan diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur Forkopimda, serta berbagai elemen masyarakat.
Gerakan Aksi Donasi Buku menjadi salah satu langkah nyata Pemerintah Kabupaten Maros dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang berkualitas. Program ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Buku Nasional dan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ke-46.
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, gerakan tersebut merupakan bentuk ajakan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam menyediakan bahan bacaan bagi perpustakaan yang ada di Kabupaten Maros, khususnya perpustakaan desa dan taman baca masyarakat yang masih membutuhkan koleksi buku.
“Melalui Gerakan Aksi Donasi Buku ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, hingga instansi pemerintah untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi. Buku yang mungkin sudah tidak lagi dibaca di rumah masih bisa memberikan manfaat besar bagi orang lain yang membutuhkan,” ujar Chaidir Syam.
Menurutnya, peningkatan minat baca tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, gerakan donasi buku diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat yang memiliki koleksi buku dengan perpustakaan atau komunitas literasi yang membutuhkan bahan bacaan.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat menyumbangkan buku-buku layak baca kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros. Selanjutnya, buku yang terkumpul akan didistribusikan ke berbagai perpustakaan desa, sekolah, taman baca, dan kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan Aksi Donasi Buku mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pegiat literasi, komunitas baca, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Maros.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, para ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Maros turut menyerahkan donasi buku pada momentum upacara yang berlangsung di Lapangan Pallantikang. Puluhan buku dari berbagai kategori bacaan diserahkan sebagai simbol dimulainya gerakan donasi secara masif di Kabupaten Maros.
Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Maros mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Maros yang terus menunjukkan komitmen dalam membangun budaya baca di tengah masyarakat. Menurutnya, ketersediaan bahan bacaan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Budaya membaca harus terus ditanamkan sejak dini. Kehadiran buku yang mudah diakses masyarakat akan menjadi modal penting dalam meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan kualitas generasi muda,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap Gerakan Aksi Donasi Buku dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Selain memperkaya koleksi perpustakaan, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi ilmu pengetahuan serta memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Maros.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas literasi, dan masyarakat, Kabupaten Maros optimistis dapat terus meningkatkan minat baca masyarakat serta menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing di masa depan.